Pengaruh Level Pupuk Organik Cair Top G2 terhadap Kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Lemak Kasar Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Panen Kedua

Authors

  • Lidia Eka Leta Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Stefanus Tany Temu Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Dominggus B. Osa Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • H. P. Nastiti Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.113

Keywords:

crude protein, crude fiber, crude fat, TOP G2 fertilizer, mini elephant grass

Abstract

This study aimed to analyze the effect of different doses of TOP G2 liquid organic fertilizer on the crude protein (CP), crude fiber (CF), and crude fat (CFat) content of mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) during the second harvest. A completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications (16 experimental units) was applied. The treatments included: M0 (control, no fertilizer), M1 (10 mL TOP G2/L water), M2 (20 mL TOP G2/L water), and M3 (30 mL TOP G2/L water). Proximate analysis (Kjeldahl, Weende, and Soxhlet methods) was used to measure CP, CF, and CFat levels. ANOVA results indicated no significant differences (P>0.05) in CP, CF, or CFat content across treatments. The average values were 12.49% CP, 29.68% CF, and 1.68% CFat. These results suggest that TOP G2 application, up to 30 mL/L, did not significantly alter the nutritional quality of mini elephant grass in the second harvest. Further studies are recommended to explore higher doses or combined fertilization strategies.

References

Crowder, L. V. and Chheda, H. R. 1982. Tropical grassland. Husbandry Longan Inc WashingtonDC.

Dwinarto, Bondan, Egar Bogasara, Anastasia Wida, Sunarwan Sunarwan, and Ikhsan Amarudin.2013. Buku Hasil Pengujian Bahan PakanDan Hijauan Pakan Ternak. Bekasi: Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan.

Febriani, S. (2018). Pengaruh Dosis pupuk Nitrogen Terhadap Kandungan Serat Kasar dan Protein Kasar Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada usia Pemotongan 45 Hari (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).

Gasperz, V. 1992. Teknik Analisisi dalam Penelitian Percobaan 2. Tarsito. Bandung

Hidayat, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Rineka Cipta Jakarta.

Health Wealth International, 2015. Panduan Aplikasi Pupuk Cair TOP G2. Era Agro Organik Indonesia, Badung.

Khaerani Nurul, 1994. Pengaruh Intensitas Dan Interval Pemotongan Pada Berbagai Spesies Rumput (Raja, Gamba, Setaria) Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Mataram.

Kore, M.J.T, Nastiti, H.P, & Osa, D.B (2024). Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato). Jurnal Animal Agricultura. Vol. 2 (1), 340–347.

Lingga, Pinus, dan Marsono Marsono. 2000. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Marliani, M. 2010. “Produksi Dan Kandungan Gizi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Pada Pemotongan Pertama Yang Ditanam Dengan Jenis.” Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Minggo, FP, Osa, D.B, Temu, S.T, & Nastiti, H.P (2024). Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Kirinyuh (Chromolaena Odorata) terhadap Kandungan NDF, ADF, dan Selulosa Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott). Jurnal Animal Agricultura. Vol. 2 (1). 374–381. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.55

Mulatsih, R.T. 2003. Pertumbuhan Kembali Rumput Gajah dengan Interval Defoliasi dan Dosis Pupuk Urea yang Berbeda. Jurnal Indonesia Tropical Animal Agriculture. 28(3): 151-157.

Muwakhid, Badat, and Usman Ali. 2021. “Pengaruh Penggunaan Pupuk Daun ‘Organik’ Terhadap Produktivitas Dan Kualitas Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum Cv. Hawai) Sebagai Hijauan Pakan.” Livestock and Animal Research Vol. 19 (1): 21–31.

National Research Coucil. 2001 (NRC). Nutrient Requirement of Dairy Cattle, 7 th Ed. Washington D,C: National Academy Press

Preston, T. R, and J. A. Leng. 1987. Drought Feeding Strategies Theory and Practice. New South Wales: Feel Valley Printery.

Reko, U.R., H.P. Nastiti dan S.T. Temu. 2023. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Organik TOP G2 Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Serta Mineral Kalsium (Ca) Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (11).

Saununu, BGS, Nastiti, HP, & Osa, DB (2024). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Serta TDN (Total Digestible Nutrient) Tanaman Indigofera Zollingeriana. Jurnal Animal Agricultura. Vol. 2 (1) 426–432.

Sapitri, D. 2023. Nilai Nutrisi Protein Kasar (Pk) Dan Serat Kasar (Sk) Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yang Diberi Kombinasi Pupuk Organik dan N Anorganik (Disertasi Doctoral Dissertation, Universitas Mataram).

Savitri, M. V., Sudarwati, H., & Hermanto, H. 2013. Pengaruh umur pemotongan terhadap produktivitas gamal (Gliricidia sepium). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 23(2), 25-35.

Soest, Peter J Van. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd ed. London: Ithaca.

Suhardjo, H., and M. Soepraptohardjo. 1981. Jenis Dan Macam Tanah Di Indonesia Untuk Keperluan Survai Dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Bogor: Proyek P3MT, Pusat Penelitian Tanah

Widyobroto, B. P., S. Padmowijoto, dan R. Utomo. 1995. “Degradasi Bahan Organik Dan Protein Secara In Sacco Lima Rumput Tropik.” Buletin Peternakan Vol. 19 (1): 45–55.

Wijaya, Agung Kusuma, Muhtarudin Mahtarudin, Liman Liman, Cloudia Antika, and Dini Febriana. 2018. “Produktivita Hijauan Yang Ditanam Pada Naungan Pohon Kelapa Sawit Dengan Tanaman Campuran.” Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. Vol. 6 (3): 155–62.

Downloads

Published

28-02-2025

How to Cite

Leta, L. E., Temu, S. T., Osa, D. B., & Nastiti, H. P. (2025). Pengaruh Level Pupuk Organik Cair Top G2 terhadap Kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Lemak Kasar Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Panen Kedua. Animal Agricultura, 2(3), 883–889. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.113