Pengaruh Level Penggunaan Jerami Padi Sebagai Absorban Terhadap Kandungan Nutrisi Silase Campuran Rumput Kume (Shorgum Plumosum Var. Timorense) dan Mucuna Bracteata

Authors

  • Petrus Renoldy Kii Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Gustaf Oematan Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Gusti A. Y. Lestari Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.49

Keywords:

Absorbent, nutritional content, mucuna bracteata, kume gras, silage

Abstract

This research aims to determine the effect of the level of use of rice straw as an absorbent on the nutritional content of a mixture of kume grass (Sorghum Plumosum Var. Timorense) and (Mucuna bracteata) silage. The research method is an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) pattern consisting of 5 treatments and 4 replications. The treatment consists of 0% rice straw + 100% kume grass + Mucuna bracteata (AJP0), 5% rice straw + 95% kume grass + Mucuna brakteata (AJP5), 10% rice straw + 90% kume grass + Mucuna bracteata (AJP10), 15% rice straw + 85% kume grass + Mucuna bracteata (AJP15), 20% rice straw + 80% kume grass + Mucuna bracteata (AJP20). The variables measured are dry matter (DW), organic matter (OM), crude protein (CP), crude fiber (CF) and crude fat (CF). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with a multiple dunca distance test with the help of SPSS version 25 data processing software. The results of the analysis showed that the addition of rice straw as absorbance affected (P<0.01) and increased BK from 12.15 % to 32.37%, SK 28.42% to 35.75%. And reduced OM from 88.57% to 80.60%, CP from 15.37% to 8.22%, CF from 7.30%-5.05%. Total DW increased linearly from 12.15% (AJP0) to 32.27% (AJP20), likewise OM decreased linearly from 88.32% to 80.60% (AJP20). Likewise, CP experienced a linear decrease from 15.37% (AJP0) to 8.22% (AJP20), likewise CF experienced a linear increase from 28.42% (AJP0) to 35.75% (AJP20), as well as CF content decreased linearly from 7.30% (AJP0) to 5.05% (AJP20). Conclusion along with the use of rice straw as an absorbent in the fermentation of a mixture of fresh grass and Mucuna bracteata can increase DM, OM and CF. reducing CP and CF in silage.

References

Agus, D.C., Muhtarudin., dan F. Fathul. 2005. Pengaruh penambahan berbagai starter pada silase ransum berbasis limbah pertanian terhadap protein kasar, bahan kering, bahan organik dan kadar abu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(4): 234-238.

AOAC. 1990. Official Methods of Analysis 15th Ed. Assosiation of Official Analytical Chemist, Washington DC.

Bamualim A, Saleh A, Fernandez P.T.H., Liem C. 1994 . Produksi dan kualitas rumput alam sebagai makanan ternak sapi di Nusa Tenggara. (CHAPS) held at the Diseasi Investigation Centre, Denpasar-Bali, May 15-17, pp :202.

Budiman, R.M. 2014. Analisis kandungan bahan ekstrat tanpa nitrogen (BETN) dan lemak kasar pada rumput gajah Taiwan (Pennisetum purpereum) dan kulit buah pisang kepok yang difermentasi dengan Trichoderma sp., Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, UMPAR. Parepare.

Bees, D. A, G.A.Y. Lestari, G. Maranatha. Konsentrasi Metabolisme Darah Sapi Persilangan Ongole X Brahman yang diberi Pakan Silase Rumput Kume dan Alysicarpus Vaginalis Pada Imbangan Yang Berbeda. Jurnal Animal Agricultura. Vol. 1 (3). Hal: 171-179. ISSN: 2987-9876. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.25.

Bira, G.F., P.K. Tahuk, dan T. Seran. 2020. Pengaruh Penggunaan Jenis Hijauan Berbeda pada Pembuatan Silase Komplit terhadap Kandungan Nutrisi yang Dihasilkan. Journal Of Tropical Animal Science and Technology. 2(1): 43-51. DOI:https://doi.org/10.32938/jtas.v2i1.589

Chalisty, V.D., R. Utomo, dan Z. Bachruddin. 2017. Pengaruh penambahan molasses, Lactobacillus plantarum, Trichoderma viride dan campurannya terhadap kualitas silase total campuran hijauan. Buletin Peternakan. 41(4): 431-438.

Dami Dato, T.O. 1998. Pengolahan rumput Sorghum plumosum var. Timorense kering dengan filtrat abu sekam padi terhadap perubahan komponen serat dan kecernaannya secara in vitro. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Padjajaran, Bandung.

Darmin, V., T.O. Dami Dato., M, L. Mulik. Pengaruh Level Imbangan Karbon-Nitrogen Dalam Silase Campuran Lelehanak (Mucuna Sp) Dengan Rumput Kume (Sorghum Plumosum Var. Timorense). Jurnal Nukleus Peternakan. Vol 9 (2) Hal. 127-135. Desember 2022. pISSN:2355-9942,eISSN:2656-792X. http://dx.doi.org/10.35508/nukleus.v9i2.7835.

Devi P. R. P., G Oematan., D. Amalo., I. Benu. 2023. Pengaruh Substitusi Silase Rumput Kume Dengan Fodder Hagung Hidro Ponik Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Karbohidrat, Konsentrasi Vallatile Fatty Acid dan Kadar Glukosa Darah Kambing Kacang Jantan. Jurnal Animal Agricultura. Vol. 1 (1). Hal 24-35. ISSN : 2987-9876. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i1.3

Fardiaz. 1998. Mikrobiologi Pangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institut Pertanian Bogor Press, Bogor.

Fanggidae, G.N.H., G. Oematan, D. Amalo & G.A.Y. Lestari. Pengaruh pemberian Silase Rumput Odot Dengan Level Jerami Padi Sebagai Absorban Terhadap Konsumsi Kecernaan dan Retensi Nitrogen Pada Ternak Kambing. Jurnal Animal Agricultura. Vol. 1 (3). Hal 115-124. ISSN : 2987-9876. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.22.

Hadding, A.R. 2014. Kandungan protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN silase pakan lengkap berbahan dasar rumput gajah dan biomassa murbei. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.

IBM. 2017. SPSS Statistics Version 25. International Business Machines Corporation. Armonk NY, USA.

Johnson, P.N., H.F. Grundy, and A.P. Stanway. 1998. The effect of an innoculant additive on the fermentation characteristics of grass silage and bovine performance. Proceeding of British Society of Animal Science. p. 144.

Mahendri, J., Rinduwati dan Mutmainna. 2006. Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Silase Ransum Komplit Pada Berbagai bentuk dan Lama Penyimpanan. Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak. 13(1): 10-16. DOI: https://doi.org/10.20956/bnmt.v13i1.8189

Mullik., Marten Luther. 2011. Sistem Produksi Sapi Gembala Berkelanjutan. Integrasi Iklim-Tanah-Tanaman Ternak. Cetakan Ke-1. Undana Press. Kupang

Ndun AN, M.A. Hilakore & L.S Enawati. 2015. Kualitas silase campuran rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan daun gamal (Gliricidia sepium) dengan rasio berbeda. Jurnal Nukleus Peternakan, Juni 2015, 2(1): 83-87.

DOI: https://doi.org/10.35508/nukleus.v2i1.73

Rubianti, A., P.Th. Fernandes, dan J. Nullik. 2004 kualitas dan palatabilitas silase sebagai pakan ternak dimusim kemarau. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian Lahan Kering Berbasis Peternakan. Kerja Sama Pemda Sumba Timur dengan BPTP NTT, Waingapu, Tanggal 23-24 Agustus 2004.

Sartini. 2003. Kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro silase rumput Gajah pada umur potong dan level aditif yang berbeda. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis

Serlin, M.N., G. Oematan., I. Benu. 2023. Pengaruh Pemberian Silase Campuran Rumput Kume dan Alysicarpus Vaginalis Dengan Imbangan Yang Berbeda Terhadap Total Digestible Nutrient (TDN) dan Retensi Nitrogen Pada Sapi Persilangan Ongole Brahman. Jurnal Animal Agricultura. Vol. 1 (1). Hal 46-58. ISSN : 2987-9876. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i1.5

Sulitstyo H.E., Subagyo I, Yulinar E. 2020. Kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan penambahan jus tape singkong. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis. 3(2): 63-70.DOI: https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2020.003.02.3

Surwono, N., Soejono, dan S.P.S. Budhi. 2003. Kehilangan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah pada umur potong dan level aditif yang berbeda. Bandung. Angkasa.

Siarit, J., K. Simanihuruk, dan Junjungan. 2009. Pemanfaatan Mucuna Bracteata untuk pakan kambing: produksi, nilai nutrisi, palatabilitas, dan kecernaan. Seminar Nasional teknologi peternakan dan Veteriner. 425-433.

Surono. Soejono. M dan S.P.S. Budhi. 2006. Kehilangan Bahan Kering Dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah Pada Umur Potong Dan Level Aditif Yang Berbeda. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadja Mada University Press, Yongyakarta.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadja Mada University Press, Yongyakarta.

Winarno, F.G., S. Fardiaz, dan D. Fardiaz. 1979. Biofermentasi dan Biosintesis Protein. Bandung. Angkasa.

Wiwien A.S., dan Ngesitudin. 2011. Optimasi pembuatan selulosa dari ampas tebu sebagai dasar pembuatan polimer superabsorban. Prosiding Seminar Nasional Kimia, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Published

20-06-2024

How to Cite

Kii, P. R., Oematan, G., & Lestari, G. A. Y. (2024). Pengaruh Level Penggunaan Jerami Padi Sebagai Absorban Terhadap Kandungan Nutrisi Silase Campuran Rumput Kume (Shorgum Plumosum Var. Timorense) dan Mucuna Bracteata. Animal Agricultura, 2(1), 441–451. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.49