Pengaruh Penggunaan Jerami Padi sebagai Absorban terhadap Komposisi Kimia Silase Rumput Odot

Authors

  • Mario Johanes Lola Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Markus M Kleden Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Gusti Ayu Y Lestari Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.75

Keywords:

Silage, odot grass, absorbance, rice straw, chemical composition

Abstract

The research aims to determine the quality of odot grass silage which is added with rice straw as an absorbent. This research used a completely randomized design experimental method (Completely Randomized Design) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatments were as follows JP 0 = 100% odot grass, JP 5 = 95% odot grass + 5% rice straw, JP10 = 90 % odot grass + 10% rice straw, JP15 = 85% odot grass + 15% rice straw, JP20 = 80% odot grass + 20% rice straw. Parameters observed in this research are organic matter, crude protein, crude lipid, crude fiber and NFE. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The result showed that NFE content was (JP0) : 34,84% (JP5): 34,80% (JP10): 33,587% (JP15): 34,41% (JP20): 33,00%;  Organic matter content was (JP0): 88,84% (JP5): 88,75% (JP10): 87,76% (JP15): 88,22% (JP20): 86.71%. Crude fibre content was (JP0): 11,64% (JP5): 12,57% (JP10): 11,41% (JP15): 11,20% (JP20): 10,44%. Crude Protein content was (JP0): 14,25% (JP5): 12,38% (JP10): 13,64% (JP15): 11,27% (JP20): 12,21% and crude fibre content was (JP0): 24,07% (JP5): 24,97% (JP10): 26,06% (JP15): 27,30% (JP20): 28,12%. Statistical analysis showed that the treatment was very significant effect  (P<0,01) on crude fibre content dan high significant effect (P<0,05) organic matter content but no siginificant effect  (P>0,05) on crude protein, crude lipid and NFE. As a conclusion that rice straw can be used as absorbance up to  20% in silage of odot grass.

References

Anggorodi H R. 1995. Ilmu Nutrisi dan Bahan Makanan Ternak. Jakarta: P.T Gramedia.

Advena, D 2014. Fermentasi batang pisang menggunakan probiotik dan lama inkubasi berbeda terhadap perubahan kandungan bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Jurnal. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa. Padang

Bolsen K K & Sapienza. 1995. Teknologi Silase : Penanaman, Pembuatan dan Pemberdayaan pada Ternak. Kansas : Pione Seed.

Church D C. 1991. Digestible physiology and nutrition ofruminans. Voll.digestible physiology 2 nd edition O and B. oregon.

Djajanegara A 1983. Tinjauan ulang mengenai Evaluasi Suplemen pada jerami padi .prosiding seminar pemanfaatan limbah pangan dan limbah pertanian untuk makanan ternak.Ed.AT. KAROCERI.LIPI,p.192-197.

Dewi D P R. 2018, “Produksi Rumput (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) defoliasi pertama dengan jenis pupuk yang berbeda,” Aves, vol. 11, no. 2, pp. 61–70.

Djaya, S. 2007. Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Jones C M., Heinrichs A J., Roth G W., and Ishler V A. 2004. From harvest to feed:Understanding silage management. College of Agriculture

Kaca L. Suariani., Ketut N.. 2019. Budidaya Rumput Odot di Desa Sulangai Kecamatan Petang Kabupaten Badung-Bali. Community Services Journal (CSJ), 2 (1), 29-33.

Kasmiran A. (2011). Pengaruh lama fermentasi jerami padi dengan mikroorganisme lokal terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan abu. Lentera, 11(1), 48-52.

Kurniawan Depo, Erwanto Erwanto, and Farida Fathul. "Pengaruh penambahan berbagai starter pada pembuatan silase terhadap kualitas fisik dan pH silase ransum berbasis limbah pertanian." Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 3.4 2015: 191-195.

Langi P. R. 2014. Pengaruh Pemberian Pupuk Mikoria Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Gajah Mini dan Rumput Benggala. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar

Lubis D A. 1982. Ilmu Makanan Ternak. PT. Pembangunan. Jakarta.

Makmur Indrawati. 2006. Kandungan Lemak Kasar dan BETN Silase Jerami Jagung (Zea mays L) dengan Penambahan Beberapa Level Limbah WHEY. Skripsi Sarjana, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar

Mc Donald, P., Henderson, A.R., and Heron, S.J.E. 1991. The Biochemistry of Silage. Second Edition. Marlow: Chalcombe Publication

Muhakka A. Wijaya., and Ammar M. 2015. Nutritional dried matter, crude protein and crude fiber on lowland tidal grass fermented by probiotic microorganisms for use bali cattle feed. Journal .Animal Productio. 17(1): 24-29.

Mulijanti S. L. S., Tedy dan Nurnayetti. 2014. Pemanfaatan Dedak Padi dan Jerami Fermentasi pada Usaha Penggemukan Sapi Potong di Jawa Barat Jurnal Peternakan Indonesia. 16 (3): 179-187.

Ndun A N., Hilakore M A., dan Enawati L S. 2015. Kualitas silase campuran rumput kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan daun gamal (gliricidiasepium) dengan rasio berbeda (quality of silages mixed of Sorghum plumosum var. Timorense grass and gliricidia sepium leaves in different ratio. Jurnal Nukleus Peternakan, 2(1), 83-87

Nurul‘Ulum, Amalia, Maria Ulfah, and Ediati Sasmito. "Uji Aktivitas Imunomodulator Fermentasi Teh Hitam Jamur Kombucha Terhadap Fagositosis Makrofag Mencit Galur Balb/c Secara in Vitro." Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 13.2 (2016): 24-31.

Novianty N (2014). Kandungan bahan kering bahan organik protein kasar ransum berbahan jerami padi daun gamal dan urea mineral molases liquid dengan perlakuan yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Makassar

Ora U N H., Jelantik I G N., dan Jalanudin 2016. "Kualitas silase hijaun clitoria ternatea yang ditanam monokultur dan terintegrasi dengan jagung" Jurnal Nukleus Peternakan 3(1): 24-33.

Ohshima, M., N. I. Proydak dan N. Nishino. 1997. Effect of addition of lactic acid bacteria or previously fermented juice on the yield and the nutritive value of alfalfa leaf protein concentrate coagulated by anaerobic fermentation. Anim. Sci. Technol. (Jpn) 68: 820-826.

Preston BL, Brooke C, Measham TG, Smith T, Gorddard R (2009) Igniting change in local government: lessons learned from a bushfire vulnerability assessment. Mitig Adapt Strateg Glob Change 14:251–283

Ristianto, U., L. Soekanto dan A. Harlianti. 1979. Percobaan Silase. Laporan Konservasi Hijauan Makanan Tenak, Jawa Tengah. Direktorat Bina Produksi, Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Santoso B dan Hariadi BTj (2008).komposisi kimia,degradasi nutrient & produksi gas metana in vitro rumput tropik yang diawetkan dengan metode silase dan hay.,Media peternakan ,31(2),128-137.

Sada, S.M., B.B. Koten, B. Ndoen, A. Paga, P. Toe, R. Wea, dan Ariyanto. 2018. Pengaruh interval waktu pemberian pupuk organik cair berbahan baku keong mas terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan Pennisetum perpureum cv. Mott. Jurnal Ilmiah Inovasi. 18(1):42-47.

Santosa, H. P., Arifin, H. D., dan Mudawaroch, R. E. 2015. Pengaruh perbedaan rasio em4 dan tetes tebu pada Silase daun ketela karet (manihot glaziovii) terhadap kadar Protein, serat kasar, dan lemak. Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan 4(1).

Sumarno, B. 1998. “Penuntun Hijauan Makanan Ternak.” Inspektorat Dinas Peternakan Jawa Tengah. Jawa Tengah.

Sulaiman 1988. Studi Peningkatan Kualitas Kulit Singkong dengan Fermentasi oleh Aspergillus niger. Tesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Surono, M. Soejono, dan S.P.S. Budhi. 2006. Kehilangan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah pada Umur Potong dan Level Aditif yang Berbeda. Agric.31(1):62-67

Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Makanan Ternak, IPB, Bogor Steel, R.G.D dan J.H.

Susetyo, S.I., Kismono, dan B. Suwardi. 1969. Hijauan Makanan Ternak. Direktorat Jendral Peternakan. Depertemen Pertanian. Jakarta. 59 hal.

Tillman A D dkk. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Van Soest, J. J. G., et al. "Retrogradation of potato starch as studied by Fourier transform infrared spectroscopy." Starch‐Stärke 46.12 1994: 453-457.

Wati Wiwik Srilidiya, Mashudi Mashudi, and Artharini Irsyammawati. "Kualitas silase rumput odot (Pennisetum Purpureum cv. Mott) dengan penambahan Lactobacillus Plantarum dan molasses pada waktu inkubasi yang berbeda." Jurnal Nutrisi Ternak Tropis 1.1 2018: 45-53.

Weimer P J., D R. Mertens, E. Ponnampalam, B.F. Severin and B.E. Dale. 2003. FIBEXtreated rice straw as a feed ingredient for lactating dairy cows. Anim. Feed Sci. Technol. 103: 41–50.

Yanuarianto O M. Amin., S D Hasan., S. H. Dilaga., Suhubdy. 2020. Komposisi Nutrisi dan Kecernaan Silase Jerami Jagung yang Ditambah Lamtoro dan Molases yang Difermentasi pada Waktu Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 6 (1) :16 – 23.

Zakariah A. (2016). Potensi Kulit Buah Kakao sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Makasar: Pustaka Almaida

Downloads

Published

31-10-2024

How to Cite

Lola, M. J., Kleden, M. M., & Lestari, G. A. Y. (2024). Pengaruh Penggunaan Jerami Padi sebagai Absorban terhadap Komposisi Kimia Silase Rumput Odot. Animal Agricultura, 2(2), 547–555. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.75