Perbandingan Tampilan Estrus Sapi Bali Secara Alamiah dan Hasil Induksi Prostaglandin F2α

Authors

  • Febronia Dhenge Gue Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Thomas Mata Hine Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Kirenius Uly Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.77

Keywords:

bali cattle, estrous display, natural, prostaglandin F2 α

Abstract

The purpose of this research is to examine the performance comparison of the  estrous apperance of bali cattle naturally with those induced by protaglandin F2α. this study used 32 non-pregnant and healthy bali cattle. The sap criteria used were aged 3-15 years, had a body weight of 240-389 kg. The cattle used had a body condition score of 3-4 (medium and fat). The cattle were divided inti two groups, group 1  synchronized with PGF2α as much as 500 mg/ml intramuscularly, and group 2 was not injected with PGF2α. The study was designed using a completely randomized design. The research data was tabulated and analyzed using the T-test. The results analysis estrous onset, duration of estrous, estrous intensity and percentage of estrous respectively in treatment group 1 vs. 2 for the group were 80,13 hours; 10,55 vs 10,64 hours, 2,00 vs 2,69 hours, 90,47  vs 100%. The bottom line is that there is no difference in appearance of estrous between bali cattle induced with PGF2 alpha and those without (natural estrous).

References

Abdul Malik. 2019. “Pengaruh Suntikan Prostaglandin F2A (Pgf2Α) Terhadap Kejadian dan Durasi Birahi Sapi Bali pada Paritas Berbeda.” Majalah Ilmiah Pertanian Ziraa'Ah. Alamatnya: 10.31602/zmip.v44i2.1945.

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia. Jakarta.

Awaluddin 2010. Petunjuk Teknis Pengukuran Sapi Potong, dan Panjaitan, T. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian NTB, Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Budiasa Pemayun T. G. O. 2014. I. G. N. B. M K. “Kadar Progesteron Pada Sapi Bunting Dan Waktu Yang Tepat Untuk Inseminasi Buatan Pada Sapi Bali,” Jurnal Veterinar, 15.(3), 425–430.

Burhanuddin, I.G.M.A.K. Dewi, I.G.Ng, M.R. Toelihere, T.L. Yusuf. Boudiasa, M.K. a T.G.O.Pema Jun. “Induksi" untuk tahun 2019 estrus bersama injeksi PGF2 alpha dan Gn-RH pasca Inseminasi Buatan Sapi Bali P. Kune dan Jelantik 1992. Pengaruh Hormon Gonadotropin dan PGF Terhadap Proses Reproduksi Sapi Bali di Besipae, Timor Tengah Selatan. Universitas Udayana Bali. https://doi.org/10.19087/imv. September 2019.8.5.565

Deteksi Estrus pada Sapi, Achyadi, K.R. Kesimpulan. tingkat pascasarjana Iinstitut Pertanian Bogor. Bogor

Djeremias, Petrus Kune, Henderiana L. Belli, Djara Taga, dan Kirenius 2020 Ul. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2.3 984–90. Pengaruh Waktu Penyuntikan Hormon PGF2α Setelah Estrus Alami Terhadap Respon Estrus Dan Tingkat Kebuntingan Pada Sapi Bali.

Focarts, K. 1994. Demonstrasi pola erotis alami baik sebelum maupun sesudahnya terkena panas hasil sinkronisasi pada sapi Bali-Timor di Kecamatan Semau Kabupaten Kupang - NTT menggunakan preparat prostaglandin F2 alpha. Fakultas Peternakan Undana Kupang, Skripsi.

Frandson, RD; Wilke, WL; dan Gagal, AD (2003). Anatomi dan Fisiologi Hewan Ternak. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, edisi ke-7.

Fricke, P.M. and R.D. Shaver. 2007. Penatalaksanaan penyakit reproduksi pada sapi perah. Dysciuwexrep.wisc.edu (23 Februari 2013)

Gersimova, A.A. Duration of heat and time of ovulation in the cow. Probl. Zivotn. 12: 26 – 129. 1938. Abstr. In Animal Breeding Abstr. 8: 32. 1940.

Haston. 2000 tahun. Sinkronisasi estrus pada kambing dan domba. Jurnal Produksi Ternak 2 (1): 1-8.

Hammond, J. Hormones in relation to fertility in farm animals. Brit. Med. Bull. 11 (2): 165-168. 1955.

I Made Maliawan pada tahun 2002. Pengaruh pemberian hormon Protaglandin F2α (PGF2α) terhadap lama berahi dan kejadian kebuntingan pada sapi bali. Skripsi Universitas Lampung

Inseminasi Buatan pada Peternakan, Toelihere, M. R. 1985, Luar Angkasa Penerbit:

K.Soeharto. 2003. Pengenalan makanan dengan kualitas berbeda dan infus larutan Povidone Iodine 1% ke dalam rahim telah meningkatkan kapasitas reproduksi sapi perah Friensian Holstein. Program. Tesis Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas diponegoro,Semarang.

Kune dan Najamudin (2002) mengamati respon estrus sapi potong ketika progesteron, prostaglandin F2α, dan estradiol benzoat diberikan untuk menyinkronkan aktivitas estrus. Jurnal Agroland. 9(4): 380–384.

Kune, Nurcholidah Sobayari, dan Petrus. Jurnal Ilmu Hewan, 2007; “Tampilan Berahi dan Tingkat Kesuburan Sapi Bali Timor yang Diinseminasi” Universitas Padjadjaran, 7.1

Kune P, R Widyastuti dan T Saili. 2019. Tampilan Kesuburan Sapi Bali Induk yang Dikawinkan Langsung dengan Pejantan dan Inseminasi Buatan Ketika Estrus Hasil Sinkronisasi Menggunakan PGF2α. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. 6 (2), 275-280

Made Rahayu Kusumadewi, Ni Luh Gede Budiari, dan I Putu Agus Kertawirawan. 2020, <https://doi.org/10.47687/snppvp.v1i1.129>, 'Efektivitas Penggunaan Prostaglandin F2α dalam Menginduksi Oestrus pada Sapi Bali Anestrus Pascapersalinan dengan Berat Badan Berbeda'

Maidaswar. 2015. Percepatan populasi dengan program GBIB di Kecamatan Libureg. Disnak.bone.go.id

Nessan (1981) dan Raja (1981) G.J. Perilaku seksual pada sapi dengan ovariektomi yang diobati dengan testosteron propionat dan estradion benzoat. Jurnal Reproduksi, 61, 171–178.

Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara. Jakarta

Pawshe, CH (1990): Investigasi terhadap aspek tertentu dari Shemesh, M, dan Hansel W (1991): Konsentrasi Prostaglandin F (PGF) di endometrium sapi, vena uterus, arteri ovarium, dan plasma jugularis selama siklus estrus (38789). 148(1): 123-126. Proses. sosial. Contoh. biologi. medis.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 menguji efektivitas prostaglandin F2α dalam menginduksi estrus, non-return rate, dan konsepsi pada sapi Bali yang dibius. Kertawirawan, I.P.A., Trilaksana, I.G.N.B., dan Pemayun, T.G.O. Postpartum’, , Buletin Kedokteran Hewan Udayana 13.(2), 118–124 .

Putra, Eka Yana, Pajri Anwar, and Jiyanto Jiyanto. 2021. ‘Identifikasi Perilaku Berahi Sapi Kuantan Betina Menggunakan Plasma Nutfah Riau; Green Swarhadwipa : Jurnal Pengembangan Ilmu Pertanian, 4, 585–93

Rajamahendran, R., JD Ambrose, M. Aali, N. Rramakrishnappa, N. Giritharan, dan J. Kecil. 2002. Perawatan Hormon Pasca Pembibitan untuk Meningkatkan Angka Kebuntingan pada Sapi. J. Bioteknologi. animasi. mereproduksi. 9: 151-160.

Siregar dan Hamdan. 2007. Teknologi Reproduksi untuk Perawatan Hewan. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala terletak di Banda Aceh. Resume Mita Mulia. Aceh Banda

TR Tagama (1995). Pengaruh Hormon Estrogen, Progesteron dan Protaglandin F2α terhadap Aktivitas Oestrus Sapi dara PO. Purwokerto, Universitas Jendral Sudirman, Fakultas Peternakan

Tillman AD, Hartadi H, Reksohadiprojo S, Prawirokusumo S, Lebdosoekojo S. 1998. Bandung.

Toelihere, M.R., I.G.N. Jelantik, P. Kune, dan T.L. Yusuf. 1990. Pengaruh Musim Terhadap Fertilitas Sapi Bali di Besipae. Laporan Penelitian Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Toeli pada tahun 2002. meningkatkan penerimaan dan tingkat keberhasilan inseminasi buatan untuk meningkatkan susunan genetik sapi Bali. Lokakarya Strategi Peningkatan Ternak Bali, Indonesia Timur. Penginapan hijau Dayana Denpasar, Bali 4-6

Toelihere, M.R. 1997. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung

Tophianong TC, Budianto A, Nugraha EM. 2014. Analisis Hasil Inseminasi Buatan Berbasis Anestrus Pasca Inseminasi pada Peternakan Sapi Bali di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Kedokteran Hewan, 32(1), 46

Yusmadi, Suryani, Jailani, dan Hafizuddin. 2012. Sinkronisasi birahi sapi Aceh dengan prostaglandin F2α dan intensitas birahi alaminya dibandingkan. 81–83 dalam Jurnal Kedokteran Hewan, 6(2).

Yusuf, T.L., M.R. Toelihere, I.G.N. Jelantik dan P. Kune. 1990. Pengaruh Musim terhadap Kesuburan Ternak Sapi Bali di Besipae. Laporan Penelitian Fapet Undana, Kupang.

Z. Abidin, Y.S. Ondho, and B Sutiyiono. 2012. "Lihat" Berahi Sapi Jawa dari Journal of Animal Agriculture, 1.(2), 86–92; Berdasarkan Poel 1, Poel 2, dan Poel 3

Downloads

Published

31-10-2024

How to Cite

Gue, F. D., Hine, T. M., & Uly, K. (2024). Perbandingan Tampilan Estrus Sapi Bali Secara Alamiah dan Hasil Induksi Prostaglandin F2α. Animal Agricultura, 2(2), 575–583. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.77