Konsumsi Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Babi Fase Starter yang diberi Tepung Daun Katuk dan Tepung Kunyit serta Kombinasinya

Authors

  • Yohanes Nuba Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Sabarta Sembiring Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Daud Amalo Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.41

Keywords:

Dry matter, organic matter, katuk leaf meal, Pig, tumeric flour

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of supplementation of katuk leaf flour (Sauropus androgynus L. Merr) and turmeric flour (Curcuma domestica) and their combination in rations on the consumption and digestibility of BK and BO of start-phase landrace pigs. The material used was 12 landrace breed pigs aged 1-2 months with an initial body weight range of 6-14 kg with an average of 10.25k kg Coefficient of Variance (CV = 20%). The experimental research method used a randomized group design with 4 treatments and 3 repeats. The treatment tried was R0: basal ration without supplemented katuk leaf flour and turmeric flour, R1: basal ration supplemented 4% katuk leaf flour, R2: basal ration supplemented 1% turmeric flour, R3: basal ration supplemented 4% katuk leaf flour + 1% turmeric flour. The variables studied are consumption, digestibility of dry matter and organic matter. The data obtained were analyzed using variety analysis. The results of this study showed that dry matter consumption (g/h/d) R0: 1097.77; R1: 1212,72; R2: 1124.41; R3: 1246.14, organic matter consumption (g/h/d) R0: 935.51; R1: 1032.39; R2: 956.19; R3: 1071.48, dry matter digestibility (%)R0: 60,88; R1: 64,76; R2: 62,79; R3: 66,and digestibility of organic matter (%) R0: 61,49; R1: 65,44; R2: 63,73; R3: 67,33. The results of the variety analysis showed that the treatment had no real effect (P>0.05) on the consumption and digestibility of BK and BO. It was concluded that supplementation of 4% katuk leaf meal and 1% turmeric flour and their combination in the basal ration provided the same consumption and digestibility of dry matter and organic matter as the basal ration without supplementation of katuk leaf meal and turmeric flour and their combination in start-phase landrace pigs.

References

Aknesia EY., Ch. L. Pontoh, JF. Umboh, dan CA. Rahasia. 2018. Pengaruh substitusi dedak halus dengan tepung kulit buah kopi dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan serat kasar pada ternak babi fase grower. Zootec. 38(1):84. doi: 10.35792/zot.38.1.2018.18535

Amtiran AL., Aryanta, IMS., dan Maranatha, G. 2018. Penggunaan Tepung Kulit Pisang Terfermentasi Terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Ternak Babi. Jurnal Nukleus Peternakan. 5(2): 92-98.

Aryawan H., Manullang JR., dan Rahmatulla SN. 2022. Pemanfaatan Daun Katuk Terhadap Produksi Telur Ayam Petelur di CV. Zava Anugerah Mandiri Muara Badak. Jurnal Ilmu Peternakan Terapan. 5(2): 70-75.

Asa K., Suryani NN., dan Dodu T. 2019. Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Basal Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Babi. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 1 (3): 374-380.

Astawa A Mahardika, Budaarsa IG., Sumadi K, Budiasa IK KM dan Dwi, GAMK. 2015. Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Tradisional Untuk Meningkatkan Produktivitas Babi Bali. https://Simdos.unud.ac.id.

Besin OM., Dodu T dan Suryani NN. 2023. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk Yang Ditambahkan Larutan EM-4 Melalui Air Minum Terhadap Konsumsi Serta Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Induk Babi Sedang Bunting. Journal Of Animal Science. 8(2): 43-51.

Gaspersz. 1991. “Metode Perancangan Percobaan.” Armico. Bandung 427.

Gemima O., Sembiring S., Dodu T., dan Suryani NN. 2022. Pengaruh tepung limbah rumput laut merah (Eucheuma cottonii) terfermentasi terhadap konsumsi protein dan energi ternak babi landrace fase starter. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 4(2): 2108 – 2114.

Hsu JC., LI. Chen and B. Yu. 2000. Effect of levels of crude fiber on growth performances and intestinal carbohydrase of domestic gosling. Asian Aust. J. Anim. Sci. 13 (10) : 1450– 1455

Ichwan W. 2003. Membuat Pakan Ayam Ras Pedaging. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Ismaya L, dan Admin M. 2018. Pengunaan limbah kulit kopi terfermentasi terhadap daya cerna ternak itik. Jurnal Ilmiah Peternakan 6 (2): 77-83

Iyai DA. Dan Yaku A. 2015. Identifikasi Sistim Peternakan Di Manokwari, Papua Barat-Indonesia. Jurnal Peternakan Indonesia. 17(2).

Kaligis FS., Umboh JF., Pontoh CJ dan Rahasia CA. 2017. Pengaruh substitusi dedak halus dengan tepung kulit buah kopi dalam ransum terhadap kecernaan energi dan protein pada ternak babi fase grower. Jurnal Zootek. 37(2): 199 – 206.

Lujum F., Oematan G., M. Grace. 2023. Pengaruh Level Substitusi Rumput Bothriochloa Pertusa dengan Kangkung terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Nilai Energi dan Energi Termetabolisme Secara In Vitro. Animal Agricultura. 1(2):69-78.

McDonald P., Edwards RA., and Greenhalhg JFD. 1996. Animal Nutrition. Third Edition. Longman, London dan New York.

Murni R., dan Okrisandi Y. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Yang Difermentasikan Dengan Kapang Sebagai Pengganti Hijauan Dalam Ransum Ternak Kambing. Agrinak. 2(1): 6-10.

National Research Council. 1998. Nutrient Requirement of Swine. 10th ed: National AcademyPress. Washington, D.C.

Noach YR., dan Yunus, M. 2021. Efek suplementasi tepung daun katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Zn biokompleks terhadap konsumsi dan kecernaan cempe jantan peranakan etawa lepas sapih. Journal of Tropical Animal Science and Technology. 3(1): 1–9

Noorsatiti MN., LK. Nuswantara dan A. Subrata. 2012. Degradabilitas Bahan Kering, Bahan Organik Dan Serat Kasar Ransum Dengan Berbagai Level Bagasse Secara In Sacco. Animal Agricultural Journa. 1(1):143 – 158.

Novita RB., Herlina dan Marwanto. 2016. Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Feed Additive terhadap Persentase Karkas dan Giblet Burung Puyuh (Coturnix coturnix Japonica). Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 11(2):126-133

Nugroho E. 2014. Beternak babi. Eka Offiset. Semarang. Hal 29-36.

Oru ERB., Dodu T., Sembiring S. 2020. Efek Penggunaan Larutan Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Dalam Liquid Feeding Terhadap konsumsi Dan Kecernaan Bahan kering Dan Bahan Organik Pada Babi Peranakan Landrace. Jurnal Peternakan lahan Kering. 2 (4): 1070-1077.

Piliang WG. 2000. Nutrisi Mineral. Edisi ke 3. Bogor: PAU Ilmu Hayat IPB

Prasetya H. 2012. Prospek Cerah Beternak Sapi Perah Pembibitan, Pemeliharaan, Manajemen Kesehatan dan Pengolahan Susu. Pustaka Baru Press.

prasetyo M., Marfuah N., dan Hafsah H. (2015). Pengaruh level penggunaan daun katuk (Saoropus androgynus) pada ransum terhadap penampilan produksi dan persentase karkas ayam kampung. Natural Science: Journal of Science and Technology, 4(1).

Ranjhan SK. 1980. Animal Nutrition In The Tropics. Vikas Publishing Hause P and TLtd. New Delhi

Razak AD, Kiramang K, Hidayat MN. 2016. Pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum ayam ras pedaging yang diberikan tepung daun siri (Piper betlen linn) sebagai ibuhan pakan. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan. 3(1): 135-147

Ronald R., Tulung B., Mandey JS dan Regar M. 2016. Penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) terfermentasi dalam ransum itik terhadap kecernaan kering dan bahan organik. Jurnal Zootek. 36(2): 372-378

Sanda MMY., Sembiring S., dan Dodu T. 2019. Pengaruh penggunaan tepung daun katuk ( Sauropus androgynus L. Merr) dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada ternak babi. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 1(4): 498 – 507.

Santoso U. 2012. Pengaruh ekstrak daun katuk sebagai feed supplement terhadap performa ayam broiler . Seminar Nasional Menuju Pertanian Berdaulat. 2 September 2012 Universitas Bengkulu

Saragih TRD. 2016. Peranan daun katuk dalam ransum terhadap produksi, dan kualitas telur ayam petelur. JITP. 5 (1) : 11-16.

Sihombing. 2007. Aplikasi ekstrak Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai bahan pengawet mie basah .Institut Pertanian Bogor.

Sinaga S., dan Martini. 2010. “Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babi terhadap pertumbuhan dan konversi ransum (The Effect of Ration Containing Various Dosage Curcuminoid in Pigs Rations on Growth and Ration Convertion). Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran .10 (1).

Sinaga S., Sihombing DTH, Kartiarso, Bintang M. 2011. Kurkumin dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis Untuk Perangsang Pertumbuhan. Bandung: Fakultas Peternakan Unpad. Jurnal Ilmu- Ilmu Hayati dan Fisik 13(2):125-132

Sudibaya Akbar KR, Sabar WP, Riyanto J. 2017.Pengaruh Suplementasi Minyak Ikan Lemuru Terproteksi dan L-Carnitin Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Pakan Sapi Perah Laktasi. Sains Peternakan 15(1): 41-48

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Pertanian IPB. Bogor

Tillman AD., Hartadi H., Reksohadiprodjo S., Prawirakusumo S., dan Lebdosukojo S. 2001 Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-4 Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Usman Y., Sari EM., Fadilla N. 2013 Evaluasi Pertambahan Bobot Badan Sapi Aceh Jantan yang Diberi Imbangan Antara Hijauan dan Konsentrat di Balai Pembibitan Ternak Unggul I ndrapuri. Jurnal Agripet 13(2): 41-46.

Van Soest PJ. 1982. Nutritional Ecology Of The Ruminant. Comstock Publishing Associates. A Division Of Cornell University Press. Ithaca and London.

Wahyuni IMD., Muktiani, A., dan Christiyanto, M., 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik dan Degradabilitas Serat pada Pakan yang Disuplementasi Tanin dan Saponin. Jurnal Agripet.2(2): 115 ─ 124.

Worouw ZM., Panelewen VVJ., dan Mirah ADP. 2014. Analisis Usaha Peternakan Babi Pada Perusahaan “Kasewean” Kakaskasen ii Kota Tomohon. Jurnal Zootek. 34(1): 92-102.

Zhai H., Liu H., Wang S., Wu J., Kluenter AM. 2018. Potential of essential oils for poultry and pigs. Animal Nutrient. 4(2): 179-186.

Published

20-06-2024

How to Cite

Nuba, Y., Sembiring, S., & Amalo, D. (2024). Konsumsi Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Babi Fase Starter yang diberi Tepung Daun Katuk dan Tepung Kunyit serta Kombinasinya. Animal Agricultura, 2(1), 324–331. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.41