Pengaruh Level Substitusi Jagung Giling dengan Tepung Kulit Pisang Hasil Fermentasi dalam Pakan Konsentrat dan Imbuhan Zn Biokomplek terhadap Status Fisiologis Sapi Bali Jantan Penggemukan

Authors

  • Oksen Tuang Galla Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • YohanisU.L. Sobang Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Upik S. Rosnah Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.76

Keywords:

Bali cattle, banana peel, concentrate feed, rectal temperature, heart rate, respiratory rate

Abstract

This research aims to determine the effect of the level of substitution of ground corn with fermented banana peel flour in concentrate feed and biocomplex Zn additives on the physiological status of fattening male Bali cattle. The 12 bulls that will be used in this research are aged 1-1.5 years and weigh 138-149.5kg (x=145.3kg). For the experimental research method, a Completely Randomized Design (CRD) was used with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P0= Forage 70% + concentrate 30% without substitution (control) + Zn biocomplex, P1= Forage 70% + concentrate 30% (substitution of ground corn with TKPF 25%) + Zn biocomplex, P2= Forage 70 % + concentrate 30% (substitution of ground corn with TKPF50%) + Zn biocomplex. P3= Forage 70% + concentrate 30% (substitution of ground corn with KPF 75%) + Zn biocomplex. The data obtained analysis calculated using analysis of variance. Based on the research results, the average rectal temperature (OC) value was obtained for P0=38.20±0.591, P1=38.75±0.59, P2=37.87±0.60 and P3=38.46±0.89, Heart rate (times/minute) P0=70.73±5.50, P1=68.40±6.08, P2=67.40±5.29, and P3=66.07±2.51, Respiratory frequency (times/minute). P0=27.87±4.04, P1=29.53±6.42, P2=28.53±5.68, and P3=28.87±5.03, The results of the analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the physiological status of bali fattening cattle.

References

Alzahra W.2010. Pengaruh lingkungan mikroklimat terhadap respon fisiologi sapi bali pada bahan atap kandang yang berbeda (Skripsi). Bogor (Id) : Institut Pertanian Bogor.

Anonymous. 2005. Drafi Studi dan Identifikasi Kebutuhan Inovasi dalam Kegiatan Prima

Amiano k., Satata B dan R, I. 2018 Status fisiologi ternak sapi bali (Bos sondaicus) betina yang dipelihara pada lahan gambut. Jurnal Agri Peat ,19 (2), 94 -101.

Aries 2014. Pengaruh pemberian konsentrat tepung daun gamal dan penambahan vitamin biocomplex dan obat cacing terhadap suhurektal, frekuensi pernapasan dan denyut jantung pada sapi bali penggemukan. Skripsi. Fapet Undana.

Atrian P., dan Shahryar A. 2012. Heat Stress in dairy cows. Research in Zoology 2(4):31-37.

Bulitta F. S., Aradom S., Gebresenbet G. 2015. Effect of transport time of up to 12 hours on welfare of cows and bulls. Journal of Service Science and Management, 8: 161-182

Bamualim, A. (1998). Prinsip – prinsip dalam pemberian pakan ternak sapi.

BugiwatiS RA.2007. Pertumbuhan dimensi tubuh pedet Jantan Sapi Bali di Kabupaten Bone dan Barru Sulawesi Selatan. Jurnal Sains dan Teknologi vo l7. (1)103 -108.

Chuzaemi, S. 1994. Potensi jerami Padi sebagai pakan ternak ditinjau dari genetik degradasi dan retensi jerami didalam rumen. Disertasi Doktor Universitas Gadjah Mada, Yogyakarrta.

Darmono. 2007. Mineral deficiency disease in ruminants and its prevention. J Litbang Gajah Mada, Yogyakarta.

Dollah BMA. 1997 kajian beberapa parameter homeostasis pada lembuh-lembuh kedah Kelantan semacam penerima syurnya. Tesis Serjanas Sains Universitas Kebangsaan Malaysa. Kuala Lumpur Edisi Ketiga (Terjemahan) Gaja Mada University Press. Yogyakarta.

Dwipayana K B., Suryani NN., dan Mahardika IG 2019. Konsumsi nutrien, Kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Sapi Bali di Posko Penampungan Ternak Desa Nongan Kabupaten Karangasem. Journal Peternakan Tropika. Vol. 7No. 2Th. 2019 : 559-569.

Eniolorunda E., Fashina, Aro. 2009. Adaptive physiological response to load time stress during transportation of cattle in Nigeria. Journal of Archive Zootechnology, 58 (222): 223-230.

Ewing SA., Lay DCJR., and BorellEV. 1999. Farm Animal well being stress physiology nimal behaviorandenviron mental design. Pretice - Hall. Inc. New Jersey.

Englyst KN, S Liu, HN Englyst. 2007. Nutritional characterization and Measurement of Dietary Carbohydrates. Review. European Journal Clinical Nutrition. 61 (Suppl. I) S19-S39

Fattah'S.1998. Produktivitas Sapi Bali yang dipelihara di padang penggembalaan alam (Kasus Oesu”U, Nusa Tenggara Timur). Disertasi Universitas Pajajaran Bandung.

Fattah 2016 Manajamen Sapi Potong.Undana Press

Fardiaz, S., 1994, “Fisiologi Fermentasi”. Instut Pertanian Bogor, Bogor

Farooq,U.,Samad H.A.,Shehzed F.,and Qayyum A.2010 Physi-biological respos of cattle to heat stress.Word Applied Science Journal (8):38:43.

Gordon MSG., Bartholomew A., Grinne llD., White CBJFN.1972. Animal Physiology: Principles and Adaptations. 2nad Edition. Macmillan PublishingCo.,Inc.NewYork.

Guntoro, S. 2002. Membudidayakan Sapi Bali.Kanisius.Yogyakarta.

Hartati E. 1998 Suplementasi minyak lemuru dan seng kedalam ransum yang mengandung silase pod kakao dan urea untuk memacu pertumbuhan sapi Holstein jantan. Disertasi Program Sarjana IPB, Bogor.

Hartati, E. 1998. Suplementasi minyak lemuru dan seng kedalam ransum yang mengandung silase pod dun gamal dan urea untuk memacu pertumbuhan sapi holstein jantan. Disertasi program sarjana IPB, Bogor.

Hansen PJ. 2004. Pgysiologi caland cellulera daptation sofzebucat tletothermal stress. Animal Reproduction Science 82 (83) : 349 - 360.

Hattu GHC. 1988. Daya tahan panas Sapi Bali di Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Undana Kupang. Nusa Tenggara Timur.

Isnaeni W. 2006. Fisiologis Hewan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Jelantik IGN, Mullik ML, Copland R. 2009. Cara Praktis Menurunkan Angka Kematian dan Meningkatkan Pertumbuhan Pedet Sapi Timor Melalui Pemberian Pakan Suplemen. Undana Press. Kupang.

Jackson PG, Cockrft PD. 2002 Clinical examination of farm animals University

of Cambridge,. UK.

Kelly WR., 1984. Veterinary Clinical Diagnosis. London: Bailliere Tindall. cit. Mauladi HA. 2009. Suhu Tubuh, Frekuensi Jantung dan Nafas Induk Sapi Friesian Holstein Bunting yang divaksin dengan Vaksin Avian Influenza H5N1. Skripsi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor 2009. Hal 10-14.

Katipana, NGFJI, Nulik, Jalaludin, A. Saleh dan Edi Djoko Sulistyo. 1997. Upaya Peningkatan Ternak Sapi Melalui Peningkatan Produksi Hijauan Pakan Yang Berkesinambungan. Laporan Penelitian BPTP-Naibonat, Kupang.

Kelly WR., 1984. Veterinary Clinical Diagnosis. London: Bailliere Tindall. cit. Madu, YE., Suartha, N.I. dan Batan, WI. 2015. Status praesents Sapi Bali dara. Indonesia medicus Veterinus 4(5) : 437 - 444.

Nugroho D, Purnomoadi A, Riyanto E, 2013. Pengaruh Imbangan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrients Pada Pakan Yang Berbeda terhadap Pemanfaatan

Energi Pakan Pada Domba Lokal. Jurnal Sains Peternakan 11 (2); 63-69.

Mc Neilly A. (n.d.). Resproduction, fertility, and development.CSIRO Publishing. 13, 583– 590.

LubisAD. 1992. Ilmu Makanan Ternak Untuk Sekolah Kehewanan. PT. Pengembangan, Jakarta.

McDowell.1992.Mineralinanimalandhumannutrition.1st Edition Academic Press,London.

Mc Dowel lRE. 1972. Improvement of Livestock Production in Warm Climate.W.HF reemandan Company, San Frascisco.

Mcdonald P., Edwards RA., Greenhalgh JFD & Morgan CA. 2002.animal nutrition6th edition longman scientific and technical co. Published In The UnitedStatesWithJohnWilleyAndSons Inc,New York

Mirnawati dan Ciptaan G. 2001. Berat Organ Pisiologis Ayam Broiler pada Ransum Yang Memakai Kulit Pisang Batu (Musa brachiarpa) Fermentasi. Jurusan Peternakan Universitas Andalas.13 (35)2001.Institut Pertanian Bogor.

Parakkasi.1999.Ilmu Nutrisi Ternak Dan Makanan Ternak Ruminansia.UI,Jakarta.

Purbowati,E.,& A.Purnomoadi.2005.Respon Fisiologis Domba Lokal Jantan Pada Rentang Bobot Hidup Yang Lebar Akibat Pengangkutan Dan Daratan Tinggi Ke Dataran Rendah.Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Vateriner.

Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK). 2011.Pendataan Sapi Potong, SapiPerahdan Kerbau.Rilis Akhir PSPK2011.Kementerian Pertanian-Badan Pusat Statistik.

Rosnah.1998. Pemeliharaan Ternak, balai Pengkajian Teknologi Pertanian,Sumatera Selatan.

SantosoJ.,SatakoG.,Yuniko danTakeshyS.2006.MineralcontentofIndonesian seaweed solubility affected by basic cooking. Journal Of FoodScienseAndTecnology,I,59-66.

Sobang, YUL. 2005. Karakteristik sistem penggemukan sapi pola gaduhan menurut zona agroklimat dan dampaknya terhadap pendapatan petani di Kabupaten Kupang NTT. Bulletin Nutrisi Fapet Undana. ISSN: 1410-1691. Edisi Maret Vol. 8 Vol 2.

Sobang, YUL. 2005. keragaman dan strategi pengembangan ternak ruminansia di NTT’’ Prosiding; Seminar Nasional Peternakan. Kupang, 30 sep – 02 Okt2005. Editor: Dr. Kartiaso. ISBN : 979 : 97017 – 5 - 9. Hal : 96 - 109.

Subronto 2003. Ilmu Penyakit Ternak I (Mamalia).Gadjah Mada University.

SuprayogietA.,Satria F.,TumbelakaLTA.,IndrawatiA.,PurnawarmanT.,WijayaA.,Noviana,D.,Ridwan,Y.,danYudi.2013.Pengelolaan Kesehatan Hewan dan lingkungan. suprayogi, a.,editor. bogor (ID): IPB Pr.cit. Madu, Y. E.,Suartha, N. I. dan Batan, W. I. 2015. Status Praesen Sapi Bali Dara.Indonesia Medicus Veterinus 4(5):437-444.

Susetyo. 2001. Hijauan Pakan Ternak. Direktorat Peternakan Rakyat, direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Jakarta. Jurnal Ilmu-Ilmu PeternakanVolume VIII (4):291-301.

Sugeng, Y. B. 2006. Sapi potong. Cetakan XIV. Penebar swadaya. Jakarta.

Tarmidi AR. 2004. Pengaruh pemberian ransum yang mengandung ampas tebuhasil biokonversi oleh jamur tiram putih (Pleorotus ostreatus) terhadap performans domba priangan.Jitv9(3):157-16319-23

Williamson GW., dan Payne JA. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Diterjemahkan Oleh Djawa Darmadja SGN. Gaja Mada

University Press.

Winugroho M. 2002.Strategi pemberian pakan untuk memperbaiki efisiensi produksi induk sapi. Jurnal Litbang Pertanian 21 (10:

Zulkharnaim J., dan Noor R R. 2010. Identification of genetic diversity yofgrowth hormone captor (GHR|AluI) gene Bali cattle. Media Peternakan, 33 (2), 81-87.

Downloads

Published

31-10-2024

How to Cite

Galla, O. T., Sobang, Y., & Rosnah, U. S. (2024). Pengaruh Level Substitusi Jagung Giling dengan Tepung Kulit Pisang Hasil Fermentasi dalam Pakan Konsentrat dan Imbuhan Zn Biokomplek terhadap Status Fisiologis Sapi Bali Jantan Penggemukan. Animal Agricultura, 2(2), 556–564. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i2.76