Efek Lama Waktu Inkubasi Silase Isi Rumen Sapi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Organik serta Kecernaannya secara In Vitro

Authors

  • Julai Sisilia Atok Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Maritje A. Hilakore Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Edwin J. L. Lazarus Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Emma D. Wie Lawa Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.110

Keywords:

cattle rumen content silage, incubation duration, in vitro digestibility, local microorganisms, alternative feed

Abstract

This study aimed to analyze the effect of cattle rumen content silage (IRS) incubation duration on dry matter (DM) and organic matter (OM) content, as well as in vitro dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The research was motivated by the potential of IRS as a nutritious alternative feed, which is constrained by its high moisture content (80-90%) and low palatability. The experimental method employed a Completely Randomized Design (CRD) with four incubation treatments (4, 6, 8, and 10 weeks) and four replications. The silage was formulated from a mixture of IRS (60%), rice bran (35%), palm sugar (5%), and 40 mL of Local Microorganisms (MOL: rumen fluid + young coconut water) as an activator. Digestibility was measured using the Tilley and Terry (1963) method, and statistical analysis was conducted with ANOVA followed by Duncan’s test. Results showed that 6 weeks of incubation (P2) reduced OM content by 12% (from 86.78% to 75.98%) while significantly increasing DMD (from 53.59% to 58.98%) and OMD (from 48.78% to 52.15%) (P<0.05). Prolonged incubation beyond 6 weeks (P3-P4) did not further improve digestibility due to substrate nutrient limitations. In conclusion, a 6-week incubation period optimizes in vitro IRS silage digestibility without excessive nutrient loss, demonstrating its potential as a sustainable feed processing strategy for livestock farming in arid regions.

References

Arlini, A. E. (2014). Pengaruh Penambahan Isi Rumen dan Methionin pada Ransum Komersial Terhadap Gain dan Afisiensi Pakan Broiler.

Aprianto, S. A., Usman, Y., & Asril, A. 2016. Evaluasi Kecernaan In Vitro Complete Feed Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1(1), 808-815.

Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. 2020. Statistik Indonesia. BPS, Kota Kupang

Christi, Febrianto, R., Rochana, A., & Hernaman, I. 2016. Pengaruh Konsentrat Terfermentasi terhadap Kandungan Energi Bruto, Serat Kasar, dan Protein Kasar. Sumedang: Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan.

Djami, T. H; M. A. Hilakore dan Jalaludin. 2018. Pengaruh Penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) Cairan Rumen Kambing dengan Level Yang Berbeda Terhadap Komposisi Kimia Silase Jerami Jagung Muda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Fangidae, H., Oematan, G., Amalo, D., & Lestari, G. A. Y. (2024). Pengaruh Pemberian Silase Rumput Odot dengan Level Jerami Padi Sebagai Absorban Terhadap Konsumsi Kecernaan dan Retensi Nitrogen Pada Ternak Kambing. Animal Agricultura, 1(3), 115–124. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.22

Gomez, K.A. dan A.A. Gomez, 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Diterjemahkan oleh: E. Sjamsuddin dan J.S. Baharsjah. UIPress, Jakarta.

Hungate, R. E. (1968). The Rumen and it’s Microbes. Academic Press.

Jayanegara, A., A. Sofyan, H. P. S. Makkar dan K. Becker. 2009. Kinetika produksi gas, kecernaan bahan organik dan produksi gas metana in vitro pada hay dan jerami yang disuplementasi hijauan mengandung tanin. Media Peternakan, 32: 120-129.

Kaiser, A. G., Piltz, J., Burns, H. M., & Griffiths, N. W. 2004. Successful Silage. Dairy Australia and New South Wales Department of Primary Industries Sartini. 2003. Kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro dan level aditif yang berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis.

Kasmiran, A. 2011. Pengaruh lama fermentasi jerami padi dengan mikroorganisme lokal terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan abu. Lentera, 11(1), 48-52.

Kusuma, A. P., Chuzaemi, S., & Mashudi, M. 2019. Pengaruh lama waktu fermentasi limbah buah nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap kualitas fisik dan kandungan nutrien menggunakan Aspergillus niger. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 2(1), 1-9.

Muhtaruddin, 2007. Kecernaan Pucuk Tebuh Terolah Secara In Vitro. Journal Indonesian Tropis Animal Agricultura 32(3): 146-150

Nurhaita, N. J., Saladin, R., Warly, L., & Mardiati, Z. 2008. Efek suplementasi mineral Sulfur dan Phospor pada daun sawit amoniasi terhadap kecernaan zat makanan secara in-vitro dan karakteristik cairan rumen. J. Pengembangan Peternakan Tropis, 33(1), 51-58.

Oematan, N. N. Y., Benu, I., Oematan, G., & Dami Dato, T. O. (2024). Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena odorata dengan Sumber Karbon Tepung Putak Terhadap Konsentrasi VFA Persial dan Produksi Gas Metan. Animal Agricultura, 1(3), 133–142. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.40

Olafadehan, O. A. S. A. O. and A. A. N. (2014). EvalutionOf Bovine Rumen Contents As A Feed For Lambs. Tropical Animal Health and Production, 46, 939-945.

Prastyawan, R M., B. I. M. Tampoebolon dan Surono 2012. Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung melalui Teknologi Amoniasi Fermentasi (Amofer) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik serta Protein total secara In-vitro. Animal Agriculture Journal. 1(1),611-621

Pujowati, A., Sutrisno, S., & Pangestu, E. (2012). Kecernaan dan produksi volatile fatty acid pakan komplit yang mengandung tepung kedelai dengan perlakuan pemanasan secara in vitro. Animal Agriculture Journal, 1(2), 151-156.

Ridwan, R., S. Ratnakomala.,G. Kartina dan Y. Widyastuti. 2005. Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Lactobacillus plantarum1BL-2 dalam Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum). Media Peternakan 28 (3) : 117-123.

Saununu, B. G. S., Nastiti, H. P., & Osa, D. B. (2024). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Serta TDN (Total Digestible Nutrient) Tanaman Indigofera Zollingeriana. Animal Agricultura, 2(1), 426–432. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.61

Sitorus, T. F., Achmadi, J., & Sutrisno, C. I. 2007. Kecernaan Jerami Padi Secara In Vitro Yang Difermentasi Dengan Aras Ragi Isi Rumen Dan Waktu Yang Berbeda. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 32(3), 173-178.

Sultan, J. I., Javaid, A., & Aslam, M. 2010. Nutrient digestibility and feedlot performance of lambs fed diets varying protein and energy contents. Tropical Animal Health and Production, 42, 941-946.

Surono. Hadiyanto.A.Y dan M. Christiyanti. 2006. Penambahan bioaktivator pada complete feed dengan pakan ternak terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro

Setiyaningsih, K. D., Christiyanto, M., &Sutarno, S. 2012. Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara In Vitro Hijauan Desmodium Cinereum Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Dan Jaraktanam. Animal Agriculture Journal, 1(2), 51-63.

Tilley, J.M.A. and R.A. Terry. 1963.Atwo atage technique for in the in vitro digestion of forage crops.J. Grassland Soc. 18 : 10

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Rekso hadiprojo, S.P. kusumo dan S. Lendo soekodjo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Keenam. Fakultas Peternakan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Uhi, H. T. 2007. Peningkatan nilai nutrisi ampas sagu (Metroxylon sp.) melalui bio-fermentasi. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 7(1).

Utomo, R., Budhi, S. P. S., & Astuti, I. F. 2013. Pengaruh Level Onggok Sebagai Aditif Terhadap Kualitas Silase Isi Rumen SapiThe Effect Of Cassava Pomace Level As Additive On Quality Of Rumen Content Silage. BuletinPeternakan Vol, 37(3), 173-180.

Utomo, R., S. P. S. Budhi, A. Agus, dan C. T. Noviandi. 2008. Teknologi dan Fabrikasi Pakan. Hand Out. Laboratorium Teknologi Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Wati, W. S., Mashudi, M., & Irsyammawati, A. 2018. Kualitas silase rumput odot (Pennisetum Purpureum cv. Mott) dengan penambahan Lactobacillus Plantarum dan molasses pada waktu inkubasi yang berbeda. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 45-53.

Yusriani, Y. (2015). Pengawetan Hijauan dengan Cara Silase untuk Pakan Ternak Ruminansia. Pertanian.Go.Id/.../714-Pengawetan – Hijauan - Dengan-Cara-Silase.

Downloads

Published

28-02-2025

How to Cite

Atok, J. S., Hilakore, M. A., Lazarus , E. J. L., & Lawa, E. D. W. (2025). Efek Lama Waktu Inkubasi Silase Isi Rumen Sapi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Organik serta Kecernaannya secara In Vitro. Animal Agricultura, 2(3), 850–857. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.110