Kandungan dan Kecernaan Bahan Kering Bahan Organik Isi Rumen Sapi Bali Timor secara In Vitro Pada Dua RPH Berbeda

Authors

  • Maria Tahun Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Maritje A. Hilakore Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Mariana Nenobais Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Emma D. Wie Lawa Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.109

Keywords:

cow’s rumen contents, content and digestibility, organic matter dry matter

Abstract

This study aims to determine the content and digestibility of the rumen contents of Bali Timor cattle at two different Slaughterhouses (RPH), Bimoku and Aldia, Kupang, using in vitro methods. The research employed an experimental method designed with an analysis using the T-test (comparison test). A total of 15 female Bali Timor cattle from each slaughterhouse were used as replicates (n). The variables observed were the content and digestibility of dry matter (DM) and organic matter (OM). Data were analyzed using the independent sample t-test at a 5% significance level to compare the rumen contents quality of RPH Bimoku and RPH CV Aldia. The T-test results showed that the dry matter (DM) content at RPH CV Aldia was significantly (p > 0.05) higher than that at RPH Bimoku; organic matter (OM) at RPH CV Aldia was highly significant (p > 0.01) higher than that at RPH Bimoku; the digestibility of dry matter (DMD) and organic matter (OMD) at RPH CV Aldia was highly significant (p > 0.01) higher than that at RPH Bimoku. It is concluded that the difference in slaughterhouse location causes differences in the content of dry matter, organic matter, and their digestibility in the rumen contents of Bali Timor cattle.

References

Aling, C., R. A. V. Tuturoong, Y. L. R. Tulung dan M. R. Waani. Kecernaan serat kasar dan betn (bahan ekstrak tanpa nitrogen) ransum komplit berbasis tebon jagung pada Sapi Peranakan Ongole. Zootec. Vol. 40(2):428–438.

Al-Wazeer, A.A.M. 2016. Effect of different levels of dried rumen content on nutrient intake, digestibility and growth performance of Awassi lambs. Int. J. Adv. Res. Vol. 4 (9): 2106 - 2113.

Amrullah, I. K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Penerbit Satu Gunung Budi, Bogor.

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan Kelima. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, hal 51-76

Badan Pusat Statistik Kupang , 2022. Pemotongan Ternak Sapi Di Nusa Tenggara Timur Tahun 2022. Kupang : Badan Pusat Statistik.

Dewi, N. Sita. 2016. Visualisasi Morfologi, Kuantifikasi Nutrisi dan Analisis Kecernaan In-Vitro Bahan Kering dan Bahan Organik Isi Rumen Sapi Bali Jantan. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Mataram

Dewi., N. K., Mukodiningsih, S., dan Sutrisno, C. I. 2012. Pengaruh fermentasi kombinasi jerami padi dan jerami jagung dengan aras isi rumen kerbau terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Animal Agriculture Journal, Vol. 1(2), 134–140.

Fathul, F. dan S. Wajizah. 2010. Penambahan Mikromineral Mn Dan Cu dalam Ransum terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba secara In Vitro. JITV . Vol 15. No. 1 ; 9-15.

Fatmasari, D. 2013. Pengaruh penambahan macam akselerator terhadap nilai kecernaan Silase batang pisang (Musa paradisiaca) secara invitro. Skripsi. Sarjana Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Ghunu, S., A. Aoetpah, T. O. Dami Dato. 2010. Efek biokonversi rumput kume (Sorghum plumosum var. Timorense) sebagai pakan ternak oleh jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kandungan bahan organic. Media Exacta. Vol. 10 (2):81-86.

Hidanah, S., E. M. Tamarin, D. S. Nazar Dan E, Safitri. 2013. Limbah Tempe dan Limbah Tempe Fermentasi sebagai Subsitusi Jagung terhadap Daya Cerna Serat Kasar dan Bahan Organik pada Itik Petelur. Jurnal Agroveteriner. Vol. 2 (1) : 71-79

IBM. 2017. SPSS Statistics Version 25. International BusinessMachines Corporation. Armonk NY, USA

Kocu, Y., B.Tj. Hariadi., S. D. Rumetor. 2018. Potensi Isi Rumen Sapi Asal Rumah Potong Hewan Sebagai Pakan Tenak Ruminansia Di Kabupaten Manokwari. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis. Vol. 8(2) : 56-65.

Kurniawan, K. 2008. Pengaruh lmbangan Isi Rumen Terhidrolisis dan Kulit Pisang yang Difermentasi Ragi Tempe (Rhizopus oligosporus) Terhadap Kecernaan Secara in-vitro. Skripsi. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang

Mackie, R.I., C.S. McSweeney, and A.V. Klieve. 2002. Microbial ecology of theovine rumen. Dalam: M.Freer dan H. Dove (Ed). Sheep Nutrition. CSIRO Plant Industry. Canberra Australia. 7380.

Maryani, A. 2008. Pengaruh Penggunaan Silase Isi Rumen Sebagai Pengganti Jerami Jagung Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Pada Sapi Perah PFH. Skripsi. Jurusan Nutrisi Dan Makanan Ternak, Universitas Brawijaya. Malang

Moningkey, S. A. E, R. A.V. Tuturoong, & I. D. R. Lumenta. (2020). Pemanfaatan Isi Rumen Terfermentasi Cellulomonas Sp Sebagai Campuran Pakan Komplit Ternak Kelinci. Zootec, Vol. 40(1): 352-362.

Moningkey, S., M. Junus, O. Sjofjan, E. Widodo. 2016. Nutritive value evaluation on rumen content ang sludge fermented with Cellulomonas Sp as rabbit feed. International Journal of Cemtech Research. Vol. 09(4): 650-656.

Oematan, N. N. Y., Benu, I., Oematan, G., & Dami Dato, T. O. (2024). Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena odorata dengan Sumber Karbon Tepung Putak Terhadap Konsentrasi VFA Persial dan Produksi Gas Metan. Animal Agricultura. Vol. 1(3), 133–142. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.40

Oladefahan, O.A. 2014. Evaluation of bovine rumen contents as a feed for lambs. Trop. Anim. Health Prod. Vol. 46 (6): 939 – 9

Orskov, E. R. and M. Rely, 1990. Energi Nutrition in Ruminant. Elsevier Applied Scence, London.

Paramita, W., W. E. Susanto dan A. B. Yulianto. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi Pernakan Ongole. J. Media Kedokteran Hewan. Vol. 24 (1) : 59 – 62.

Rahayu, A.M., Hanina dan I., Mustofa. 2003. Pemanfaatan Isi Rumen melalui Hidrolisis Abu Sekam sebagai Bahan Pakan Ayam Petelur. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.

Saununu, B. G. S., Nastiti, H. P., & Osa, D. B. (2024). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Serta TDN (Total Digestible Nutrient) Tanaman Indigofera Zollingeriana. Animal Agricultura. Vol. 2(1), 426–432. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.61

Setiyaningsih, K.D., Christiyanto M., dan Sutarno. 2012. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro Hijauan Desmodium cinerium Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair dan Jarak Tanam. Jurnal Animal Agriculture. Vol. 1(2) : 51-6

Soetanto. 2011. Teknologi Pemanfaatan Mikroorganisme Dalam Pakan Untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia Di Indonesia. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Suardin, N., Sandiah, R., dan Aka. 2019. Kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) secara in vitro hijauan D. cinereum pada berbagai dosis pupuk organik cair dan jarak tanam. Animal Agriculture Journal. Vol. 1(2), 51–63.

Surono, Soejono M dan Budhi SPS. 2003. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In VitroSilase Rumput Gajah Pada Umur Potong dan Level aditif Yang Berbeda. J.Indon.Trop.Anim.Agric.,28(4): 204-210

Sutardi, T., N. A. Sigit, T. Toharmat. 2001. Standarisasi Mutu Protein Bahan Makanan Ruminansia Berdasarkan Parameter Metabolismenya oleh Mikroba Rumen. Fapet IPB Bekerjasama dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Tandang, M. D., Oematan, G., & Lestari, G. A. Y. (2024). Pengaruh Lama Waktu Fermentasi terhadap Kandungan Asam Phytat, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Dedak Padi secara In Vitro. Animal Agricultura. Vol. 2(1), 452-463. https://doi.org/10.9891/animacultura.v2i1.64

Tilley, J.M.A. and R.A. Terry, 1963. A Two-Stage Technique For The In Vitro Digestion Of Forage Crops. Journal Of The British Grassland Society. Vol. 18(2): 104–111.

Utomo R., S. P. S. Budhi dan I. F. Astuti. 2013. Pengaruh Level Onggok Sebagai Adiktif Terhadap Kualitas Isi Rumen Sapi. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Fauna No. 3, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281.

Wijayanti, E., F. Wahyono dan Surono. 2012. Kecernaan nutrien dan fermentabilitas pakan komplit dengan level ampas tebu yang berbeda secara in vitro. Anim. Agric. J. Vol. 1 (1) : 167 – 179

Zettira, M. 2015. Kandungan Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Daun Bumbu (Gigantochloa atter) yang Difermentasi Bakteri Selulotik. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Downloads

Published

28-02-2025

How to Cite

Tahun, M., Hilakore, M. A., Nenobais, M., & Lawa, E. D. W. (2025). Kandungan dan Kecernaan Bahan Kering Bahan Organik Isi Rumen Sapi Bali Timor secara In Vitro Pada Dua RPH Berbeda . Animal Agricultura, 2(3), 840–849. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.109

Most read articles by the same author(s)