Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena Odorata dengan Sumber Karbon Gula Lontar Cair terhadap Kandungan serta Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Bahan Organik

Authors

  • Kurnia Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Twenfosel O. Dami Dato Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Imanuel Benu Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.112

Keywords:

biofermentation, chromolaena odorata, liquid palm sugar, in vitro digestibility, dry matter, organic matter

Abstract

This study aimed to analyze the effect of biofermentation duration of Chromolaena odorata using liquid palm sugar as a carbon source on the content and in vitro digestibility of dry matter (DM) and organic matter (OM). A Completely Randomized Design (CRD) with four treatments (LB-0 = 0 days, LB-7 = 7 days, LB-14 = 14 days, LB-21 = 21 days) and four replications was applied. Each treatment included liquid palm sugar (C/N ratio of 30) and 5% rumen fluid as a starter inoculum. Observed variables included DM content, OM content, in vitro DM digestibility (IVDMD), and in vitro OM digestibility (IVOMD). Data were analyzed using ANOVA and Duncan’s test (P<0.05). Results showed the highest DM content in LB-14 (91.64%), OM content in LB-7 (90.47%), IVDMD in LB-21 (72.55%), and IVOMD in LB-21 (71.13%). Statistical analysis confirmed that biofermentation duration significantly affected all parameters (P<0.05). The study concluded that the optimal durations were 14 days for DM content, 7 days for OM content, and 21 days for in vitro DM and OM digestibility. This research recommends using fermented Chromolaena odorata as ruminant feed, with fermentation duration adjusted to specific nutritional goals.

References

penggunaan jenis aditif sebagai sumber karbohidrat terhadap komposisi kimia silase rumput mulato. Jurnal Agrisains. Vol. 18(1): 13-22.

Bira, G.F., M.L. Mullik., IG.N. Jelantik., G. Maranatha., Y.M. Mulik., IM.A. Sudarma, and Dahlanuddin. 2015. Incremental level of Chromolaena odorata in completed diet does not impair intake, rumen fermentation and microbial protein synthesis efficiency in cattle. International Seminar on Animal Industriy 3 ed: Books of Abstracts Sustainable Animal Production for Better Human Welfare and Environment. 2015 Sept 17-18; Bogor. (ID): (Fakultas Peternakan IPB. Pp. 69.

Basmal, J., M.E. Aribowo., Nurhayati, and R. Kusumawati. 2019. Growth rate of Pseudomonas fluorescens in liquid fertilizer from brown seaweed (Sargassum sp.) extracts IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 383: 012027.

Bayo, K. A., E.D. Sulistijo, G. Oematan. 2023. Pengaruh penambahan pupuk organik cair (POC) urin sapi terfermentasi pada media tanam terhadap kecernaan in vitro bk dan bo dan nilai energi fodder jagung hidroponik. Prosiding Joint Seminar Nasional , Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Kupang. 30-31 Oktober 2023, Hal 46-49

Coblentz. 2003. Phytate in Legumes and Cereal. Advanced in Food Research. 28:1-7.

Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Pusat Antar Universitas (PAU) Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ginting. Ng., Yuningsih, dan Indraningsih. 1981. Tanaman beracun di daerah Jawa Barat. Buletin Lembaga Penelitian Penyakit Hewan. 21: 63-72.

Handayani, S., F. Saleh, dan A.E. Harahap. 2018. Fraksi serat silase kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) menggunakan penambahan level dedak dan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal Peternakan. Vol. 15(1): 1-8.

Ismail, R. 2011. Kecernaan in vitro. http://rismanismail2.wordpress.com/ 2011/05/22/nilai-kecernaan-part-4/#more-310.

Kunaepah, U. 2008. Pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi glukosa terhadap aktivitas anti bakteri, polifenol total dan mutu kimia kefir susu kacang merah. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.

Klopfenstein, T 1996. Ne Feed Sed for escape protein by grazing cattle. Anim. Feed Sci. Technol. Vol. 60:191-199

Kurniawan W., T. Wahyono, N. Sandiah, H. Has, L.O. Nafiu, A. Napirah. 2019. Evaluasi kualitas dan karakteristik fermentasi silase kombinasi stay green sorghum (Sorghum bicolar L. Moench)- Indigofera zolingeriana dengan perbedaan komposisi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. Vol. 6(1):62-69.

Lindawati, S.A., N.L. Sriyani., M. Hartawan, dan IG. Suranjaya. 2015. Study mikrobiologis kefir dengan waktu simpan berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 18(3): 95-99.

Leki, R.S., T.O. Dami Dato. M.L. Mullik, I. Benu. 2024. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon tepung putak terhadap Kandungan energi. Animal Agricultura. Vol. 2(1); 506-517

Lie, C.K., M.L. Mullik, T.O. Dami Dato dan G. Oematan. 2024. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan penambahan sumber karbon gula lontar cair terhadap kandungan selulosa, lignin, asam pitat, kadar nitrit dan saponin. Animal Agricultura. Vol. 2 (1). Juni 2024

McDonald, P., R.A. Edward., J.F.D. Greenhalg., C.A. Morgan., L.A. Sinclair, and R.G. Wilkinson. 1981. Animal Nutrition. Seventh Edition. United Kingdom, Pearson.

Mullik, M.L., IG.N. Jelantik., Y.M. Mulik., Dahlanuddin., IG.K.O. Wirawan, dan B. Permana. 2015. Pemanfaatan semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebagai pakan lokal sumber protein untuk ternak sapi: konsumsi daya cerna dan fermentasi pakan. Jurnal Pastura. 5(1): 20-25.

Mulik, Y.M. 2016. Pemanfaatan Chromolaena odorata sebagai pakan ternak potensial dengan berbagai macam metode pengolahan. Thesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mullik, M.L., G. Oematan., T.O. Dami Dato., G. Maranatha, dan Y.M. Mulik. 2017. Rasio Karbon:Nitrogen pada berbagai hijauan pakan di Timor Barat. Prosiding Seminar Nasional Peternakan III. Kupang, 14-15 November 2017. Hal. 86-89.

Nasrun., Jalaluddin, dan Mahfuddhah. 2015. Pengaruh jumlah ragi dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan dari fermentasi kulit pepaya. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. Vol. 4: 1-10.

Nidi, Y.H., G. Oematan., M.L. Mullik, dan T.O. Dami Dato. 2023. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon gula lontar cair terhadap kualitas fisik. Animal Agricultura. Vol. 1(Issue 2): 97-103. Oktober 2023.

Nahak O.R., P.K Tahuk, G.F. Bira, A. Bere, dan H. Riberu. 2019. Pengaruh penggunaan jenis aditif yang berbeda terhadap kualitas fisik dan kimia silase komplit berbahan dasar sorgum (Shorgum bicolar (L.) Moench). Journal of Animal Science. Vol. 4(1): 3-5.

Oematan, Y.N.N., I. Benu, G. Oematan, T.O. Dami Dato. 2024. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon tepung putak terhadap konsentrasi vfa persial dan produksi gas metan. Animal Agricultura. Vol. 1(3); 133-142.

Oematan, G., E. Hartati., M.L. Mullik., N. Taratiba., I. Benu, and G.T.S. Oematan. 2023. The effect of white flower bush (Chromolaena odorata) silage flour in concentrated ration on consumption, digestibilty, pH, N-Ammonia, VFA, and growth of Bali cattle. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2628, No. 1). AIP Publishing.

Oematan, G. 2020. Optimalisasi biofermentasi dalam rumen dan pertumbuhan sapi Bali menggunakan silase semak bunga putih (Chromolaena odorata) disuplementasi analog hidroksi metionin dan asam lemak tidak jenuh. Disertasi. Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana, Univesitas Nusa Cendana, Kupang.

Oematan, G., E. Hartati., M.L. Mullik, dan N. Taratiba. 2020. Biofermentation improved the nutritional values of Chromolena odorata utilization as Bali cattle feed source. International Journal and Research. Vol. 9 issue 8, Augus 2020, 1524-1533.

Prawiradiputra, B.R. 2007. Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob), gulma padang rumput yang merugikan. Wartazoa. Vol. 17(1): 46-52.

Pamungkas, W. 2011. Teknologi fermentasi: alternatif solusi dalam upaya pemanfaatan bahan pakan lokal. Jurnal Media Akuakultur. Vol. 6 (1): 43-48.

Prawirokusumo, S. 1994. Ilmu Gizi Komparatif. BPFE, Yogyakarta.

Putra. A.N., Jaenudin., R. Sofia., Mustahal., M.B. Syamsunarno., D. Hernaman, and M. Herjayanto. 2019. The utilization of vegetable waste silage as feed ingredient in diets for tilapia oreochromis niloticus. in: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 383(1): 1-6.

Petan, T., G. Oematan., T.O. Dami Dato, dan G.A.Y. Lestari. 2023. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon gula lontar cair terhadap konsentrasi pH, VFA total, NH3 dan produksi gas metan secara in vitro. Animal Agricultura. Vol. 1(Issue 2): 90-96. Oktober 2023.

Penuam, N.O.R., G.A.Y. Lestari, T.O. Dami Dato. 2024. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon tepung putak terhadap Kandungan energi. Animal Agricultura. 1(3); 143-152.

Ridwan, R., S. Ratnakomala., G. Kartina, dan Y. Widyastuti. 2005. Pengaruh penambahan dedak padi dan Lactobacillus plantarum IBL-2 dalam pembuatan silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Media Peternakan. Vol. 28(3): 117-123.

Supartini, N. 2011. Penggunaan onggok sebagai aditif terhadap kandungan nutrisi silase campuran daun ubikayu dan gamal. Buana Sains. Vol. 11(1): 91-96.

Santoso, B., B.T. Hariadi., H. Manik, dan H. Abubakar. 2009. Kualitas rumput unggul tropika hasil ensilase dengan aditif bakteri asam laktat dari ekstrak rumput terfermentasi. Media Peternakan. Vol. 32: 137-144.

Surono MS dan Budhi SPS. 2006. Kehilangan bahan kering dan bahan organik silase rumput gajah pada umur potong dan level aditif yang berbeda. Jurnal Tropical Animal Agriculture. Vol. 31 (1) Maret 2006.

Setiawan, S. 2005. Pengaruh komposisi substrat, lama inkubasi dan pH dalam proses isolasi enzim xylanase dengan menggunakan media jerami padi. Skripsi. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang.

Sutardi, T. 1979. Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi oleh mikroba rumen dan manfaatnya bagi peningkatan produktivitas ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Penunjang Peternakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tsael, L. Y., G.A.Y. Lestari. G. Oematan. I. Benu. (2024). Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon gula lontar cair terhadap kandungan ndf, adf serta mineral cad an p. Animal agrikultura. Vol. 2(1); 391-399.

Tandang, M. D., G. Oematan, G.A.Y. Lestari. 2024. Pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kandungan asam phytat, kecernaan bahan kering dan bahan organik dedak padi secara in vitro. Animal Agricultura. Vol. 2(1); 452-463.

Utomo. R, Budhi. S. P. S, Astuti. I. F. 2013. Pengaruh Level Onggok Sebagai Aditif Terhadap Kualitas Silase Isi Rumen Sapi. Buletin Peternakan. 37 (3). Hal 137-180. ISSN: 0126-4400.

Wilkinson, J. M. 1988. The Feed Value Of By Products and Wates In: Food Science Edited By: E. R. Orskov Rowett Research Institute, Greenburn, Aberdeen Ab2 9 SB, Scotland.

Wahyuni, I.M.D., A. Muktiani, dan M. Christiyanto. 2014. Kecernaan bahan kering dan bahan organik dan degradabilitas serat pada pakan yang disuplementasi tanin dan saponin. Agripet. Vol. 2(2): 115-124.

Zakaria. Y., C. I. Novita dan Samadi. 2013. Efektivitas fermentasi dengan sumber substrat yang berbeda terhadap kualitas jerami padi. Agripet. Vol. 13(1): 22-25.

Downloads

Published

28-02-2025

How to Cite

Kurnia, Dami Dato, T. O., & Benu, I. (2025). Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena Odorata dengan Sumber Karbon Gula Lontar Cair terhadap Kandungan serta Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Bahan Organik. Animal Agricultura, 2(3), 870–882. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i3.112

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>