Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena odorata dengan Sumber Karbon Gula Lontar Cair terhadap Kandungan Energi

Authors

  • Sindi Rambu Leki Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Twen O Dami Dato Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Marthen Luther Mullik Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University
  • Imanuel Benu Faculty of Animal Husbandry, Marine and Fisheries, Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.70

Keywords:

Chromolaena odorata, fermentation, liquid palm sugar, energy content

Abstract

This study aims to determine the duration of Chromolaena odorata biofermentation with liquid palm sugar carbon source on energy content. The method used in this research is experimental method to test 4 treatments of fermentation time on Chromolaena odorata. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates so that there were 16 experimental units. The treatments were: LB-0 = without biofermentation, LB-7 = 7 days biofermentation duration, LB-14 = 14 days biofermentation duration, LB-21 = 21 days biofermentation duration. Variables observed were carbohydrate content, BETN, gross energy, metabolic energy and TDN. Data were analyzed by variance analysis at 5% alpha level, differences between treatments were tested by Duncan's multiple tests. The results showed that the duration of Chromolaena odorata biofermentation with liquid palm sugar carbon source had a very significant effect (P=0.001) on BETN content (37.94-43.89%), GE content (4,282-4,429 kcal/kg BK), and EM content (3,067-3,443 kcal/kg BK), while the carbohydrate content (60.02-62.69%) and TDN content (61.60-63.80%) had no significant effect (P=0.07 and 0.27). It was concluded that the length of time of Chromolaena odorata biofermentation with liquid palm sugar carbon source increased energy content, with the best length of time for carbohydrate, BETN, and TDN for 7 days; GE for 14 days, while EM for 21 days.

References

Bira GF., 2016. Profil Darah Sapi Bali Yang Mendapat Konsentrat Berbahan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Dengan Level Yang Berbeda Fakultas Pertanian, Universitas T Okine. A. R, Hanada. M, Abibula. Y, Okamato. M. 2005. Ensiling of Potato Pulp with or Without Bacterial Inoculants and its Effect on Fermentation Quality, Nutrient imor, Kefamenanu, TTU. Journal of Animal Science 1 (3) 30–31.

Bira, G.F., P.K. Tahuk, dan T. Seran. 2020. Pengaruh penggunaan jenis hijauan berbeda pada pembuatan silase komplit terhadap kandungan nutrisi yang dihasilkan. Jurnal of Tropical Animal Science and Technology. 2(1): 43-51.

Budiman, R.M. 2014. Analisis kandungan bahan ekstrat tanpa nitrogen dan lemak kasar pada rumput taiwan (Pennisetum purpureum) dan kulit buah pisang kepok yang difermentasi dengan Trichoderma sp. Skripsi. Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare, Parepare.

Crampton, E.W., and L.E. Harris. 1969. Applied Animal Nutrition-The Use of Feedstuffs in the Formulation of Livestock Rations. (WHF Co. Ed.). San Francisco. California, USA.

Cullison, A.C. 1982. Feed and Feeding. 3rd ed. Reston Publishing Co. Inc., A Prentice-Hall Co., Reston Virginia.

Ginting, S.P., R. Krisnan., J. Sirait, and Antonius. 2010. The utilization of Indigofera sp., as the sole foliage in goat diets supplemented with high carbohydrate or high protein concentrates. JITV. 15(4): 261-268.

Hasni. 2009. Kandungan protein kasar dan serat kasar silase dari rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang diberi pupuk organik pada berbagai umur pemotongan. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Helda., dan C. Sabuna. 2012. Fermentasi kotoran kambing dan ayam dengan nira lontar sebagai pakan ayam. Partner. 19(1): 112-120.

Hermanto. 2001. Pakan alternatif sapi potong. Kumpulan Makalah Lahirnya Kajian Teknologi Pakan Ternak Alternatif. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Hidayati, D., D. Ba’ido, dan S. Hastuti. 2013. Pola pertumbuhan ragi tape pada fermentasi kulit singkong. Argointek. 7(1): 7-10.

IBM, 2017. SPSS versi 25.

Kurniati, L.I., N. Aida., S. Gunawan, dan T. Widjaja, 2012. Pembuatan MOCAF (Modified Cassava Flour) dengan proses fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum, Saccharomyces cereviseae, dan Rhizopus oryzae. Jurnal Teknik Pomits. 1(1): 1-6.

Muchtadi, D. 2009. Pengantar Ilmu Gizi. Penerbit Alfabeta, Bandung

Mullik. M.L., IG. Jelantik., Y.M. Mulik., Dahlanuddin., IG.O. Wirawan, dan B. Permana. 2015. Pemanfaatan semak bunga putih (Chromolaena odorata) sebagai pakan lokal sumber protein untuk ternak sapi: konsumsi daya cerna dan fermentasi pakan. Jurnal Pastura. 5(1): 20-25.

Mullik, M.L. 2002. Laporan penelitian: Strategi Pemanfaatan Semak Bunga Putih

(Chromolaena odorata) untuk Meningkatkan Produksi Ternak dan Pendapatan Peternak di Daerah Lahan Kering. Kerjasama Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana dan Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui Riset Pengembangan Kapasitas.

Mullik ML., Jelantik IG., Mulik MY., Dahlanuddin I G., Wirawan O dan Permana B., (2015). Pemanfaatan Semak Bunga Putih (Chromolaena Odorata) Sebagai Pakan Lokal Sumber Protein Untuk Ternak Sapi: Konsumsi, Daya Cerna Dan Fermentasi Rumen. pasture. Volume 5 Nomor 1 TahuN 2015.

Oematan. G, Hartati. E, Mullik. M, L, Taratiban. N. 2020. Bio-fermentatioon Improved the Nutritional Values of Chormolena Odorata Utilization as Bali Cattle Feed Source. Internasional Journal and Research. Vol. 9. Issue 8, 2020. ISSN: 2319-7064.

Oematan, G. 2020. Optimalisasi Biofermentasidalam Rumen dan Pertumbuhan Sapi Bali Menggunakan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) Disuplementasi Analog Hidroksi Metionin dan Asam Lemak Tidak Jenuh. Disertasi. Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana. Kupang

Oematan. G, Hartati. E, Mullik. M. L, Taratiba. N, Benu. I, Oematan. G. T. S. (2023). The Effect of White Flower Bush (Chromolaena odorata) Silage Flour in Concentrated Ration on Consumption, Digestibility, pH, N-Ammonia, VFA, and Growth of Bali Cattle.

Oematan. G, Hartati. E, Mullik. M. L, Taratiba. N, Dato. T. O. D, Lestari. G. A. Y, Oematan. G. T. S. (2023). Testosteronne Hormone Concentration and Blood Profile of Bali Cows Given Chromolaena odorata, Hydroxy Analogues of Methionine and Vegetable Oil. Jurnal Nukleus Peternakan. Vol. 10. No. 1. Hal. 9-20. ISSN: 2355-9942. eISSN: 2656-792X. Doi: https://doi.org/10.35508/nukleus.v10i1.9799.

Oematan, G. (2024). Efficacy of concentrates containing tropical weed Chromolaena odorata, methionine hydroxy analog andpalm oils in fattening male Bali cattle: A physiological study. Journal of Applied and Natural Science, 15(3), 1102 – 1108. ISSN : ISSN : 0974-9411 (Print), 2231-5209 (Online). https://doi.org/10.31018/jans.v15i3.4697

Oematan, N.N.Y., I. Benu, G. Oematan,T.O. Dami Dato, (2024). Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena odorata dengan Sumber Karbon Tepung Putak Terhadap Konsentrasi VFA Persial dan Produksi Gas Metan. Jurnal Animal Agricultura Volume 1, Issue 3, February 2024 Page 133-142. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i3.40

Ora, U.N.H., IG.N. Jelantik, dan Jalaluddin. 2016. Kualitas silase hijauan Clitoria ternatea yang ditanam monokultur dan terintegrasi dengan jagung. Jurnal Nukleus Peternakan. 3(1): 24-33. Juni 2016.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Penerbit Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Penuam, R.O.N., G.A.Y. Lestari, dan T.O. Dami Dato. 2024. Pengaruh lama waktu biofermentasi Chromolaena odorata dengan sumber karbon tepung putak terhadap kandungan energi. Animal Agricultura. 1(3): 143-152.

Retha, O. 2011. Perubahan kandungan tongkol jagung melalui teknologi amoniasi fermentasi terhadap protein kasar, serat kasar, dan total digestible nutrients. Skripsi. Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.

Serlin, M.N., G. Oematan, dan I. Benu. 2023. Pengaruh pemberian silase rumput kume dan Alysicarpus vaginalis dengan imbangan yang berbeda terhadap total digestible nutrien (TDN) dan retensi nitrogen pada sapi persilangan ongole brahman. Animal Agricultura. 1(Issue 1): 46-58. Juni 2023.

Setiawan, Y. 2020. Analisis fisikokimia gula aren cair. Agroscience.10(1): 69-78.

Siregar, N.S. 2014. Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan. 13(2): 38-44. Juli-Desember 2014.

Superianto, S., A.E. Harahap, dan A. Ali. 2018. Nilai nutrisi silase limbah sayur kol dengan penambahan dedak padi dan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 13(2): 172-181.

Sutardi, T. 2001. Revitalisasi peternakan sapi perah melalui penggunaan ransum berbasis limbah perkebunan dan suplemen mineral organik. Laporan Akhir RUT VIII. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tillman, A.D., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Winarno, F.G., S. Fardiaz, dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wizna, W., H. Muis, dan A. Deswan. 2014. Pengaruh dosis inokulum dan lama fermentasi campuran dedak padi dan darah dengan Bacillus amyloliquefaciens terhadap kandungan serat kasar, kecernaan serat kasar dan energi metabolisme. Jurnal Peternakan Indonesia. 16(2): 128-133.

Yessirita, N. 2016. Pengaruh Fermentasi Tepung Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Dengan Bacillus Laterosporus Terhadap Energi Metabolisme, Kecernaan Serat Kasar Dan Retensi Nitrogen Pada Broiler. Jurnal Bibiet. 1(1): 1-8

Published

20-06-2024

How to Cite

Leki, S. R., Dami Dato, T. O., Mullik, M. L., & Benu, I. (2024). Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena odorata dengan Sumber Karbon Gula Lontar Cair terhadap Kandungan Energi. Animal Agricultura, 2(1), 506–517. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.70

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>