Pengaruh Level dan Lama Waktu Fermentasi Tongkol Jagung Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Kadar Abu, dan Energi

Indonesia

Authors

  • Nelcy Jessika Molo Universitas Nusa Cendana
  • Gustaf Oematan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i2.11

Keywords:

Corn cob, crude fat, crude protein, EM4, fermentation

Abstract

This study aims to determine the effect of the level and length of time of fermentation of corn cobs using EM4 on the content of crude protein, crude fat, ash content, and energy. This study used a completely randomized design with 6 treatment factorial patterns with 3 replications. The use of RAL factorial pattern has two factors. The first factor (A) is the EM4 dose which is divided into 3 levels, namely: A1 = 10 ml, A2 = 15 ml, A3 = 20 ml and the second factor (B) is the fermentation time which is divided into 2 levels, namely: B1 = 7 days and B2 = 14 days. The variables studied included crude protein content, crude fat content, ash content and energy. The resulting data were analyzed statistically using analysis of variance with the help of SPSS 21. The average of the analysis results for crude protein content (5.723%), crude fat content (0.753%), ash content (2.722%) and energy (17.039%) showed no interaction (P>0.05) between EM4 level and corncob fermentation time. It was concluded that the use of EM4 solution with different levels in the corn cob fermentation process had no significant effect (P>0.05) on crude protein content, crude fat content, ash content and energy. Fermentation time had no significant effect (P>0.05) on crude protein content, crude fat content and energy but had a significant effect (P<0.05) on ash content.

References

Amrullah, I. K. 2003. Nutrisi Ayam Petelur. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.

AOAC. 2005. Association of Official Agricultural Chemist. Published by the Association of Official Analytical Chemist. Maryland, USA.

AOAC. 1990. Official Methods of Analysis of the AOAC. AOAC Inc. Arlington. Virginia.

Ardhana, M. 1982. The Microbial Ecology of Tape Ketan Fermentation. Thesis. The University of New South Wales University: Sydney.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Perkembangan Luas Panen, Rata-Rata Produksi dan Produksi Jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Timur: Badan Pusat Statistik.

Djaya, S. 2007. Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hadipernata, M. R. Rachmat dan Widaningrum. 2006. Pengaruh Suhu Pengeringan pada Teknologi Far Infrared (FIR) terhadap Mutu Jamur Merang Kering (Volvariella volvociae). Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian Volume 2 (2): 62-69.

Hvelplund, T., Andrieu, J., Weisbjerg, MR., and Vermorel, M. 1995. Prediction of the Energy and Protein Value of Forages for Ruminants. In: 4th International Symposium on the Nutrition of Herbivores. 4. Symposium International Sur La Nutrition Des Herbivores, Clermont Ferrand (France), 11-15 Sep 1995. INRA.

Irawan. P., C.I. Sutrisno dan C.S. Utama. 2012. Komponen Proksimat pada

Kombinasi Jerami Padi dan Jerami Jagung yang Difermentasi dengan Berbagai Aras Isi Rumen Kerbau. J. Anim. Agric. 1(2): 17-30.

Ivan, M., D. J. Clack and G. J. White. 1974. Kjeldahl Nitrogen Determination. In: Shorth Cource on Poultry Production, Udayana University, Denpasar.

Jamila dan F.K. Tangdilintin. 2011. Kandungan Lemak Kasar, BETN, Kalsium dan Phospor Feses Ayam yang Difermentasi Bakteri Lactobacillus sp. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal: 145-152.

Kusumaningrum, M., C.I. Sutrisno dan B.W.H.E. Prasetiyono. 2012. Kualitas Kimia Ransum Sapi Potong Berbasis Limbah Pertanian dan Hasil Samping Pertanian yang Difermentasi dengan Aspergillus niger. Animal Agriculture Journal. 1: 109-119.

Lesman. 2011. Phase yang Terjadi pada Proses Fermentasi Silase. http://lestarimandiri.org/id/tentang-lesman. 28 April 2023.

Lisa, M., M. Lutf i, dan B. Susilo. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Tepung Jamur Tiram Putih (Plaerotus ostreatus). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 3(3):70–79.

Lubis, Ikhwan Hafiz. 2008. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringam terhadap Mutu Tepung Pandan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Makmur, I. 2006. Kandungan Lemak Kasar dan BETN Silase Jerami Jagung (Zea mays L) dengan Penambahan Beberapa Level Limbah WHEY. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makasar.

McDonald, P., Edards, R.A. and Greenhalgh, J.F.D. 1994. Animal Nutrition. 4 th edition. Longman Scientific and Technikal. New York.

Mucra, D. A. 2007. Pengaruh Fermentasi Serat Buah Kelapa Sawit terhadap Komposisi Kimia dan Kecernaan Nutrisi Secara In-Vitro. Tesis Pasca Sarjana Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yokyakarta.

Noviadi, R., A. Sofiana dan I. Panjaitan. 2011. Pengaruh Penggunaan Tepung Jagung dalam Pembuatan Silase Limbah Daun Singkong terhadap Perubahan Nutrisi, Kecernaan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar pada Kelinci Lokal. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 12(1): 6-12.

Nuswantara, L.K., Soejono, M. dan Widyobroto, B.P. 2001. Sintesis Protein Mikroba pada Sapi Peranakan Ongole dan Kerbau ang Diberi Pakan Tunggal Glirisida, Jerami Jagung dan Kaliandra. Agrosains. 14: 165-176.

Oetari A. 2006. Mikrobiologi Dasar dan Terapan. Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia.

Ohshima, M., N. I. Proydak dan N. Nishino. 1997. Effect of addition of lactic acid bacteria or previously fermented juice on the yield and the nutritive value of alfalfa leaf protein concentrate coagulated by anaerobic fermentation. Anim. Sci. Technol. (Jpn) 68: 820-826.

Putra, E. A., dan O. Sjofjan. 2021. Evaluasi Kandungan Nutrisi, Tanin, dan Densitas Biji Asam (Tamarindus indica) Hasil Penggorengan Sebagai Bahan Pakan Unggas. Jurna L Peternakan Indonesia. 23(2):44–50.

Ramirez, G.R, J.C. Aguilera-Gonzalez, G. Garcia-Diaz and A.M. NunezGonzales. 2007. Effect of Urea Treatment on Chemical Composition and Digestion of Cenchrus Ciliaris and Cynodon Dactylon Hays and Zeamays Residues. J. Anim. Vet. Adv. 6: 1036- 1041.

Sartini. 2003. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro dan Level Aditif yang Berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis.

Seran, S.T.O., G. Oematan., G. Maranatha. Pengaruh Lama Proses Fermentasi Tepung Tongkol Jagung Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar. Jurnal Pernakan Lahan Kering Vol 2 No 3.

Setiyatwan, H. 2007. Peningkatan Kualitas Nutrisi Duckweed Melalui Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianium. Jurnal Ilmu Ternak. Vol.7 No.2:113-116.

Superianto, S., A.E. Harahap dan A. Ali. 2018. Nilai Nutrisi Silase Limbah Sayur Kol dengan Penambahan Dedak Padi dan Lama Fermentasi yang Berbeda. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. Vol 13 Nomor 2 edisi April-Juni 2018.

Sutardi, T.R. 2004. Ilmu Bahan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto.

Steel, R. G. D. and J. H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Pendekatan Biometrik, Jakarta. Terjemahan PT Gramedia.

Tifani, A. M., Kumalaningsih, S. dan Mulyadi, A. 2010. Produksi Bahan Pakan Ternak dari Ampas Tahu Dengan Fermentasi Menggunakan EM4 (Kajian pH awal dan Lama Waktu Fermentasi). Jurnal Ilmiah Peternakan. 5(1)-78-88.

Wea, R., B.B. Koten, dan C.A. Morelaka. 2021. “Kandungan Energi Bruto, Energi Tercerna dan Energi Metabolis Pakan Cair Fermentasi Berbahan Biji Asam Utuh pada Babi Grower”. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis. 11(2):32–37.

Wibowo, A. H. 2010. Pendugaan Kandungan Nutrien Dedak Padi Berdasarkan Karekteristik Sifat Fisik. Thesis. Sekolah Pascasarjana, Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Winarno, F. G. 1980. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia, Jakarta

Zahirudin W, Aprilia A, Ella S. 2008. Karateristik Mutu dan Kelarutan Kitosan dari Ampas Silase Kepala Udang Windu (Penaeus monodon). Buletin Teknologi Hasil Perikanan 11(2): 140-151.

Zega, A.D, I. Badarina, dan Hidayat. 2017. Kualitas Gizi Fermentasi Ransum Konsentrat Sapi Pedaging Berbasis Lumpur Sawit dan Beberapa Bahan Pakan Lokal dengan Bionak dan EM4. [skripsi]. Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Published

30-10-2023

How to Cite

Molo, N. J., Oematan, G., & Maranatha, G. (2023). Pengaruh Level dan Lama Waktu Fermentasi Tongkol Jagung Menggunakan EM4 terhadap Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, Kadar Abu, dan Energi: Indonesia. Animal Agricultura, 1(2), 59–68. https://doi.org/10.59891/animacultura.v1i2.11

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>